Ahok dan Djarot mengaku bingung dengan tuduhan Anies tentang 'Open Governance' seperti berikut.
- Tim WowKeren
- Senin, 27 Maret 2017 - 17:53 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut jika Pemprov DKI Jakarta masih belum menerapkan "open governance". Anies menyebut jika Pemprov baru sebatas menjalankan "good governance" atau tata kelola baik yang dinilai sebagai pendekatan lama.
Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pun langsung menanggapi pernyataan tersebut. Ia menjelaskan bahwa apa yang sudah dilakukannya selama menjabat sudah melakukan "open governance" dengan maksimal dan sebaik mungkin.
"Kalau yang kami lakukan bukan 'open governance', aku nggak tahu lagi 'open governance' kaya gimana," kata Ahok dilansir dari Tribunnews. Hal serupa juga diungkapkan oleh Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat. Ia bahkan mengaku bingung dengan apa maksud perkataan Anies.
Pasalnya, sistem pemerintahan terbuka telah dilakukan Pemprov selama 5 tahun terakhir. "Kalau misalnya kita adakan rapat, itu diupload nggak ke YouTube? Kita upload. Kalau kita Musrembang dilibatkan nggak ke masyarakat? Kita libatkan. Makanya, ini sudah kita kerjakan sejak 5 tahun yang lalu," kata Djarot.
"Makanya saya nggak tahu konsepnya Pak Anies ini yang 'open governance' seperti apa, saya nggak tahu," tambah Djarot. Sementara itu, Anies menyatakan jika Pemprov belum sepenuhnya menerapkan 'open governance' karena banyak warga tidak mendapat informasi tersebut.
(wk/)