Berikut penuturan putri dan keponakan almarhum Eko DJ soal firasat tersebut.
- Tim WowKeren
- Selasa, 28 Maret 2017 - 11:56 WIB
WowKeren - Sebelum meninggal dunia, mendiang Eko DJ cukup rajin menjalani cuci darah pasca divonis mengidap gagal ginjal. Namun sepekan sebelum meninggal dunia, ia sempat jatuh dan menolak untuk cuci darah. Keponakan Eko, Ari, pun menjelaskan tentang kondisi terakhir komedian senior itu sebelum meninggal.
"Kemarin seminggu lalu itu sebelum cuci darah sempat jatuh. Harusnya jadwal cuci darah hari Selasa sama Jumat, tapi dia enggak mau. Karena pas jatuh badannya sakit semua, sudah enggak bisa apa-apa," ujar Ari belum lama ini. "Badannya sakit semua. Selangnya juga dicabut-cabutin. Jam 10-an saya dikabarin kalau napasnya sudah sesak."
Hal senada juga diungkap oleh putri Eko, Dewi Sari Krisnandaru. Menurut Dewi, Eko bahkan seolah sudah memiliki firasat untuk meninggal di rumah. Saat dipaksa untuk melakukan cuci darah, Eko malah marah besar.
"Di rumah (meninggalnya). Kemarin mau dibawa ke rumah sakit. Mungkin sudah terasa, maunya di rumah," sahut Dewi. "Sudah setahun juga kan cuci darah rutin namanya sudah takdir Allah. Kemarin Jumat dia enggak mau katanya capek. Saya paksa dia enggak mau, malah marah."
Sementara itu, almarhum Eko meninggal dunia di usia 65 tahun setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal yang diidapnya. Pelawak berusia 64 tahun itu meninggal di rumah sekitar pukul 22.55 WIB. Rencananya, jenazah Eko akan dimakamkan siang ini di TPU Taman Malaka, Pondok Kelapa.
(wk/)