Simak tanggapan dari pihak 'Dahsyat' terkait sanksi yang diberikan KPI berupa penghentian sementara.
- Tim WowKeren
- Kamis, 30 Maret 2017 - 17:24 WIB
WowKeren - Pihak "Dahsyat" akhirnya angkat suara terkait sanksi yang dijatuhkan oleh KPI. Acara musik milik RCTI itu rupanya menerima sanksi tersebut dan menganggapnya sebagai pembinaan untuk "Dahsyat" agar lebih baik.
"Ya nggak apa-apa," ujar Tony, Coorporate Secretary RCTI, Kamis (30/3), seperti dilansir detikHOT. "Kita terima sebagai bagian dari kebaikan program 'Dahsyat' dan pembinaan untuk jauh lebih baik," imbuhnya.
Tony berdalih bahwa muatan kata-kata dan adegan dalam tayangan "Dahsyat" saat itu merupakan improvisasi semata. "Ya sementara itu improvisasi ya karena kita sudah freeze dan itu program live. Kita paling hanya memberikan pembinaan ke host," ujar Tony.
Sementara itu, "Dahsyat" akan mengambil langkah untuk membimbing para hostnya, seperti Raffi Ahmad dan Denny Cagur cs. Hal itu dilakukan agar pada host "Dahsyat" tidak kebablasan saat membawakan acara secara live.
"Dalam hal ini kalau beberapa kali stasiun televisi suka kebablasan apalagi program lain, tetapi nggak apa-apa itu bagian dari pembinaan dan koreksi dan bagaimana mereka harus membawakan suatu acara," tuturnya. "Ya nanti ke depannya juga sama karena ini kan langsung berimbas kepada stasiun sendiri dan ini bentuk kerja sama juga. Ke depannya kita koreksi bentuk kerja sama kontrak dan supaya host bertanggung jawab dengan apa yang dia bawakan," pungkas Tony.
"Dahsyat" harus menerima sanksi dari KPI berupa penghentian sementara selama tiga hari pada tanggal 13, 14, dan 19 April 2017 mendatang. Pasalnya, "Dahsyat" melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI lantaran memuat perkataan yang merendahkan, seperti "p'a", "pangeran sawan", "ular kadut", dan "jenglot". Selain itu, terdapat adegan seorang pria yang mengendarai mobil dengan maju, mundur, dan rem mendadak dengan kondisi terdapat pria lain di dalam bagasi yang tertutup pada mobil tersebut.
(wk/)