Proyek ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas antar propinsi di Pulau Jawa.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 08 April 2017 - 20:46 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan proyek pembangunan jalan tol Bawen - Salatiga di KM +37.600, Jembatan Tuntang, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Sabtu siang (8/4).
Ruas tol tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan jalan tol Semarang-Solo, yang sudah bertahun-tahun terkendala masalah pembebasan lahan. "Ini ruas Bawen-Salatiga yang sudah bertahun-tahun tidak bisa selesai karena masalah pembebasan lahan," ujar Presiden Joko Widodo mengutip keterangan tertulis dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.
Namun, kerja keras pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam membangun infrastruktur di Tanah Air turut mendorong para jajarannya segera menyelesaikan masalah yang menghambat pembangunan tersebut. Dengan begitu, proyek pembangunan jalan tol tersebut berjalan sesuai rencana dan mencapai tahap konstruksi.
"Alhamdulillah tadi saya tanyakan hampir rata-rata di setiap ruas, setiap seksi 97-99 persen lahan sudah terbebaskan, artinya tadi saya sampaikan ke Menteri PU tinggal konstruksi," ungkapnya.
Walaupun demikian, proses kontruksi yang dihadapi tidaklah mudah. Mengingat lokasi pembangunan jalan tol yang berada di sekitaran bukit, membuat kontruksi berjalan cukup berat. Bahkan saat ini masih terdapat sekira 140 ribu meter kubik tanah yang harus dipindahkan.
Oleh karena itu, Kepala Negara berharap seluruh ruas tol yang ada di Pulau Jawa sudah tersambung pada 2019. Sehingga mobilitas dan aksesibilitas masyarakat di Pulau Jawa menjadi semakin mudah.
"Kita berharap insya Allah 2018 akhir Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Surabaya sudah tersambung. Dilanjutkan ke arah Timur, Surabaya-Banyuwangi juga 2019 sudah selesai, kita sambung dari ujung ke ujung di Jawa," ujar Presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
(wk/)