Begini kritikan Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer terhadap video kampanye Ahok-Djarot yang dinilai mengandung makna teror.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 April 2017 - 13:05 WIB
WowKeren - Video kampanye cagub-cawagub DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Ahok-Djarot, dilaporkan Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, Anthony Leong, ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Anthony menganggap, video yang berdurasi dua menit tersebut mengandung unsur melecehkan Presiden Joko Widodo.
"Video ini parah, ini sebuah isu yang melecehan Presiden Jokowi karena dianggap tidak mampu menjaga keamanan dan stabilitas politik. Kampanye yang digaungkan itu bukan lagi keberagaman, ini pelecehan terhadap masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan, pelecehan terhadap akal sehat kita sebagai manusia biasa dan pelecehan terhadap sistem demokrasi Indonesia," ujar Anthony dalam siaran persnya, Minggu, 9 April 2017.
Anthony menyebut, video yang diunggah ke kanal resmi media sosial Ahok dengan tagar #BeragamItuBasukiDjarot itu diluncurkan dalam momentum yang tidak tepat. Pasalnya, keberagaman adalah sebuah fakta yang sudah melekat dalam Indonesia. "Video ini seakan-akan Jakarta belum siap menerima keberagaman. Saya sendiri sangat tidak terima dengan iklan video tersebut. Kami lagi mengkaji dan mempersiapkan laporan ini ke KPI," ujar Anthony.
Ahok yang selama ini mengumbar kedamaian, kebhinekaan, dan pancasila, menurut Anthony kontradiktif dengan video kampanye yang diramu timnya. Anthony mengatakan, dalam perspektif komunikasi, visual-visual dalam video kampanye Ahok-Djarot tersebut menyiratkan makna teror.
(wk/)