Ada sejumlah hal yang mengindikasikan jika serangan pada Novel Baswedan dilakukan secara profesional...
- Tim WowKeren
- Selasa, 11 April 2017 - 16:17 WIB
WowKeren - Penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan mengejutkan banyak pihak. Cagub DKI Jakarta, Anies Baswedan bahkan langsung menjenguk penyidik KPK yang juga sepupunya itu ke RS.
Diungkap oleh Anies, Novel telah lima kali mendapat ancaman. Apalagi jika ia tengah menangani kasus besar. Meski begitu, Anies memastikan Novel dan keluarganya tidak akan gentar.
"Novel sudah lima kali mendapat ancaman. Tapi kami percaya, menegakkan kebenaran melawan korupsi itu akan berhadapan dengan tantangan," ujar Anies. "Kami akan meneruskan perjuangan orang tua kami. Dulu orang tua kami bertarung untuk republik, sekarang kami bertarung menjaga republik agar tetap bersih. Novel berada di garda terdepan untuk berhadapan dengan para koruptor."
Sementara itu, Tim Investigasi Masyarakat Sipil menduga jika Novel Baswedan telah diincar sejak beberapa hari sebelumnya. "Novel keluar dari masjid di tengah jamaah belum semuanya benar-benar keluar dari masjid, jadi Novel keluar dari masjid di tengah doa dan dzikir masih berlangsung. Artinya tidak banyak jamaah yang keluar bersamaan dengan Novel," ujar anggota Tim Investigasi Masyarakat Sipil, Haris Azhar.
Haris menerangkan jika pada saat kejadian, situasi masih gelap. Namun pelaku bermotor itu justru langsung menyerang Novel di wajahnya hanya dalam sekali beraksi.
"Novel, sesaat setelah diserang dengan siraman itu langsung membuka baju panjangnya, lari mencari air dan teriak minta tolong. Novel, saat baru disiram itu posisinya masih sendiri. Jamaah yang di dalam masjid mendengar teriakan Novel ketika teriak minta tolong, semula Novel mengira bahwa penyerang adalah tetangga yang akan menyapa Novel," imbuhnya.
Lebih lanjut, Haris juga mengatakan jika tetangga Novel mencurigai adanya orang-orang mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya. Ia juga mencurigai jika pelaku memiliki informasi lengkap termasuk ke aktivitas personal Novel. Atas berbagai faktor itulah, Haris menduga jika serangan ini dilakukan secara teroganisir dan profesional.
"Orang-orang tidak dikenal itu sudah berada di sekitar Novel sejak berhari-hari bahkan sampai pada aktivitas ibadah shalat yang dijalankan Novel," terang Haris. "Serangan dilakukan secara profesional diarahkan secara spesifik ke arah mata dan muka Novel. Serangan dilakukan dengan terorganisir dengan pembagian tugas yang sangat spesifik."
Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang oleh orang tak dikenal dengan air keras usai salat Subuh, Selasa (11/4). Saat ini ia tengah dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka yang cukup parah di wajah dan matanya.
(wk/)