'Lindungi' Assad, Rusia Veto Resolusi DK PBB Terkait Serangan Senjata Kimia Suriah
Dunia

Ini alasan Rusia menggunakan hak veto atas resolusi DK PBB atas serangan senjata kimia Suriah.

WowKeren - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar voting terkait serangan senjata kimia yang terjadi di provinsi Idlib, Suriah. Draft resolusi ini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat, Perancis dan sejumlah negara lain.

Namun, Rusia dilaporkan menggunakan hak vetonya terhadap resolusi DK PBB tersebut. Veto Rusia itu kemudian didukung oleh Bolivia sedangkan Tiongkok, Ethiopia dan Kazakhstan abstain.

"Kami keberatan atas resolusi ini lantaran hanya berdasarkan tuduhan dan adanya tujuan lain diluar investigasi insiden itu," ujar wakil utusan Rusia di DK PBB, Vladimir Safronkov. "Hasil voting ini sudah dapat dipastikan, kami akan menolak sebuah dokumen yang keliru."


Tidak hanya itu, Rusia juga mengkritik DK PBB lantaran tidak melakukan pemeriksaan di provinsi yang terkena serangan tersebut. Mereka juga mengecam tindakan AS yang menyerang Suriah dengan rudal tomahwak.

Ini merupakan kedelapan kalinya Rusia menggunakan hak vetonya terkait Suriah demi membela pemerintahan Presiden al-Assad. Meski begitu, kali ini Rusia juga mendesak Suriah untuk membuka pangkalan militernya untuk diperiksa.

Sementara itu, serangan senjata kimia yang terjadi di Suriah beberapa waktu lalu hingga kini tengah menjadi perhatian publik internasional. Sekitar 87 orang tewas akibat insiden itu, termasuk puluhan anak-anak.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!