Apakah sebetulnya yang diincar oleh Andi Lala sehingga tega membunuh nyawa satu keluarga yang masih saudaranya sendiri?
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 April 2017 - 10:37 WIB
WowKeren - Harta membuat gelap mata. Itulah istilah yang dapat menggambarkan sadisnya tragedi pembunuhan satu keluarga di Medan. Fakta mengenai motif pembunuhan itu mulai tersingkap.
Ternyata si pembunuh kejam, Andi Lala, tega menghabisi nyawa Riyanto (40), Sri Aryani (35), Syifa Fadilla Inaya (13), Gilang Dwi Laksono (8), dan Sumarni (60), yang masih ada hubungan saudara dengannya, karena mengincar harta. Andi Lala menginginkan harta bagi hasil yang lebih besar lagi dari keluarga Riyanto. Ia mengincar uang Rp 500 juta milik Riyanto dari hasil penjualan tanah oleh korban, yang kini dibangun menjadi jalan tol Medan-Tebingtinggi.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar (Kombes) Pol Rina Sari Ginting mengatakan, Andi Lala sebagai otak pembunuhan mengajak dua rekannya yang kini telah ditangkap, yakni Roni dan Andi Saputra. Mereka bertiga bersekongkol menghabisi nyawa satu keluarga yang beralamat di Jalan Mangaan/Kayu Putih, Lorong Benteng, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu, 9 April 2017 dini hari. Pelaku Andi Lala beranggapan korban saat itu sedang menyimpan uang sebesar itu di rumahnya.
“Pelaku mengetahui korban baru saja menjual tanah warisan senilai Rp500 juta. Sehingga pelaku berniat untuk mengambilnya. Ternyata uang di dalam rumah itu hanya ada Rp25 juta dan sejumlah perhiasan,” ungkap Rina di Markas Polda Sumut, Medan, Rabu, 12 April 2017.
Motif pelaku yang ingin menguasai harta korban rupanya sudah terendus sebelumnya oleh keluarga Riyanto. Saripon, adik Sumarni, menduga Andi Lala yang belum lama menikmati uang hasil ganti rugi tanah orang tuanya, mengincar sesuatu dari Riyanto. “Saya tidak dapat memastikan, tapi dugaan saya surat tanah yang ada sama Riyanto jadi incaran Andi Lala,” ujarnya.
Soal surat tanah itu dibenarkan ayah Riyanto, Wagiman. Ia mengatakan surat atas tanah dan bangunan yang mereka tempati dipegang Riyanto. “Memang surat tanah sama Riyanto, itu permintaan saya sendiri supaya Riyanto yang memegang,” katanya. Pria paruh baya itu membeberkan soal surat tanah seluas 3.000 meter persegi yang mereka tempati saat ini. Dengan lahan yang luas tersebut, surat tanah baru dipecah menjadi beberapa bagian. “Memang sudah dipecah suratnya, tapi masih beberapa. Kalau tidak salah baru dipecah empat,” ungkapnya.
(wk/)