Ini alasan pihak PDIP terkait 23 sapi yang dibawa untuk dibagikan ke penduduk di Kepulauan Seribu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 April 2017 - 09:16 WIB
WowKeren - Di minggu tenang menjelang Pilkada DKI Jakarta, Panitia Pengawas Pemilu semakin memperketat pengawasan terutama terkait money politic. Sebelumya Panwaslu Jakarta Selatan mengatakan jika pihaknya telah mengamankan enam mobil berisi sembako yang diduga milik tim salah satu pasangan calon.
Baru-baru ini, Panwaslu Kepulauan Seribu kabarnya juga mengamankan 23 sapi dari partai PDIP. Rencananya sapi-sapi itu akan dibagikan ke sejumlah penduduk di Pulau Tidung hingga Pulau Pramuka.
"Kemarin kami amankan 23 ekor sapi tersebar di hampir semua pulau yang ada penduduknya. Seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan lainnya," ujar Ketua Panwaslu Kepulauan Seribu, Syaripudin dilansir dari Detik. "23 sapi itu sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pengurus PDIP tetap di lokasi masing-masing dan tidak akan dipotong hingga hari pencoblosan selesai."
Syaripuding mengatakan jika sapi-sapi itu dibawa dari kawasan Kalibaru, Jakarta. Mereka beralasan jika hewan ternak itu akan digunakan untuk acara selamatan usai pemungutan suara.
"Mereka bilang untuk selamatan, jadi kami belum bisa mengatakan hal tersebut sebagai pelanggaran," jelasnya. Pihak Panwaslu sendiri hingga kini masih belum memutuskan apakah ada pelanggaran atau tidak.
Sementara itu, masyarakat belakangan memang tengah diresahkan oleh isu money politic dan pembagian sembako yang meliputi kedua cagub-cawagub. Apalagi setelah diketahui jika tim Ahok-Djarot dan Anies-Sandi sama-sama saling melaporkan satu sama lain.
(wk/)