Begini yang ingin Ibunda Riyanto lakukan kepada Andi Lala, untuk melampiaskan rasa kekesalannya.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 April 2017 - 15:30 WIB
WowKeren - Hati ibu mana yang tak terluka mengetahui anaknya dibunuh dengan cara kejam. Ibunda korban pembunuhan yang dilakukan Andi Lala, yakni Riyanto, pun merasakan begitu. Perempuan bernama Murtini itu mengungkapkan kekesalannya terhadap kejadian ini. Ia juga belum bisa merelakan kepergian anaknya yang dibunuh oleh orang yang masih kerabatnya sendiri.
Dari kediamannya di Jalan Kayu Putih, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Murtini hanya bisa menangis sesenggukan ketika ditanya mengenai Riyanto. Bibirnya bergetar kala mengungkapkan isi hatinya. "Sakit sekali hati saya. Kok tega dia bunuh Yanto," ungkap Murtini, Senin 17 April 2017.
Ia tak menyangka jika Andi Lala bisa setega itu menghabisi kedua anak, isteri dan mertua Riyanto. "Kan biadab sekali dia itu. Sampai teganya dia bunuh anak-anak yang gak tau apa-apa," lanjutnya.
Saat gelar paparan di Polda Sumut, Andi Lala di hadapan polisi mengaku sempat mengonsumsi sabu bersama Riyanto sebelum membunuhnya. Bahkan, Andi menyebut Riyanto punya utang Rp 5 juta terkait penjualan sabu. Disinggung mengenai kabar ini, Murtini yang tadinya menangis sempat terdiam.
Martini menyebut, apa yang dikatakan Andi Lala itu sama sekali tidak benar. Bahkan ia menyebut Andi pembohong dan tukang fitnah. Selama hidupnya, Murtini tak pernah melihat anak keduanya macam-macam. Murtini mengatakan, untuk sekadar minum-minum saja Riyanto tidak mau apalagi mendekati narkoba. "Saya yang tau bagaimana anak saya. Dari kecil, Yanto itu enggak pernah macam-macam. Dia selalu di rumah saja," ujar Murtini.
Soal Riyanto pernah berhutang uang kepada Andi, Martini juga menampiknya. Menurutnya Riyanto yang bekerja sebagai kepala gudang tidak mungkin mau mengutang kepada Andi Lala yang penghasilannya tidak lebih banyak. "Enggak mungkin itu. Itu hanya karang-karangan Andi aja. Saya sebenarnya sangat kesal sekali. Kalau ketemu, ingin sekali saya jemek-jemek mukanya itu. Hukum mati aja dia itu biar tau dia rasanya gimana," jawab Murtini dengan nada kesal.
(wk/)