Begini pengakuan salah seorang penjemput yang diutus untuk memindahkan Mbah Fanani dari Gunung Dieng.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 April 2017 - 16:15 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan ini warga tengah dihebohkan dengan kabar menghilangnya Mbah Fanani dari lokasi pertapaannya di Gunung Dieng. Mengejutkanya, "sang petapa fenomenal" itu menghilang di malam hari tanpa pemberitahuan kepada warga yang biasa merawatnya.
Namun misteri itu mulai terpecahkan setelah salah seorang penjemput, Azun Mauzun buka suara. Sang petapa berambut gimbal itu sengaja minta dijemput dan dipindah ke Kabupaten Indramayu. Ia mendapat pesan itu dari Abah Rojab yang merupakan seorang sepuh Indramayu.
"Alhamdulillah beliau sekarang berada di petilasan Dampu Awang bersama orang tua kami Abah Rojab dalam keadaan aman dan nyaman. Petilasan dampu awang desa Sudimampir kec Balongan Indramayu, Jawa Barat," bunyi status di Facebook Azun saat mengumumkan kabar tersebut.
Pesan yang disampaikan sekitar tujuh bulan lalu itu pun baru terlaksana pada Kamis, 13 April lalu. "Mbah Fanani sendiri yang meminta pindah ke Indramayu pada Abah Rojab. Saya kurang tahu bagaimana keduanya saling berkomunikasi," kata Azun dilansir dari Detik. Saat dijemput Mbah Fanani nampak senang dan tak ada unsur paksaan.
"Sepanjang jalan pulang ke Indramayu beliau memang kan selama ini tidak pernah ngomong. Tapi raut wajahnya terlihat senang," jelas Azun. Sesampainya di tujuan, keluarga Abah Rojab pun langsung mengganti sarung dan bantal yang dibawa oleh Mbah Fanani dari Dieng. Namun petapa misterius itu masih memilih bertelanjang dada.
Sementara itu, Mbah Fanani diketahui datang ke Dieng, Wonosobo pada tahun 1980-an silam. Pertapa itu tak pernah berbicara dan bersikap teguh sehingga orang-orang di sekitar menghormatinya. Karena dianggap memiliki kemampuan lebih, Mbah Fanani banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah di Tanah Air.
(wk/)