Bayi imut itu diduga terkait teroris karena kesalahan yang dilakukan oleh kakeknya seperti ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 April 2017 - 17:17 WIB
WowKeren - Seorang bayi yang baru berusia 3 bulan harus diperiksa oleh pihak Kedubes Amerika Serikat di London. Anehnya, bayi ini diinterogasi terkait dugaan terorisme. Rencana liburan pertama bayi bernama Harvey Kenyon-Cairns itu pun harus berbuntut panjang karena sebuah kesalahan kecil.
Dilansir dari The Guardian, bayi yang hendak liburan ke Orlando itu diduga terkait teroris karena kesalahan sang kakek, Paul Kenyon. Ia keliru saat mengisi formulir pengajuan visa atas namanya dan memberi tanda centang pada kolom terkait terorisme.
"Apakah Anda pernah atau hendak terlibat dalam aksi terorisme, spionasi, sabotase atau genosida?" bunyi salah satu pertanyaan dalam formulir. Namun Kenyon malah memberikan centang pada jawaban "ya". Akibatnya, visa bayi imut itu pun ditolak dan justru diminta menghadap ke Kedubes AS.
Kenyon sendiri baru mengetahui kesalahannya saat visa itu telah ditolak. Yang membuatnya heran adalah saat pihak kedutaan tak melihat kesalahan sepele itu sebagai murni kelalaian. "Aku tak percaya mereka tak melihat hal ini sebagai sebuah kesalahan biasa yang lucu," ungkapnya.
"Tentu saja dia tak pernah terlibat dalam genosida atau spionasi. Tapi mungkin dia pernah mensabotase beberapa waktu tidurnya," kata Kenyon bercanda. "Mana mungkin seorang bayi tiga bulan dapat menimbulkan bahaya? Dia bahkan belum bisa berbicara."
Karena kekeliruan kecil itu, keluarga Harvey harus mengalami kerugian sebesar 3.000 poundsterling atau Rp 50 juta. Pihak keluarga juga harus membeli tiket baru untuk visa yang terlambat dibuat. "Itu adalah kesalahan kecil yang harus dibayar mahal. Aku harap pihak kedutaan dapat mengampuni kesalahan semacam itu tanpa membuat kehebohan," tutup Kenyon.
(wk/)