Kalah dari Trump Saat Pilpres AS, Hillary Ternyata Sempat Minta Maaf Pada Obama
Dunia

Begini pembicaraan Hillary Clinton dengan Barack Obama setelah dikalahkan Donald Trump dalam Pilpres AS.

WowKeren - Kekalahannya Donald Trump pada Pilpres Amerika Serikat (AS) menjadi pukulan yang cukup berat untuk Hillary Clinton. Bahkan sejak sebelum pemungutan suara dilakukan, istri mantan presiden Bill Clinton ini tampaknya sudah bisa memprediksi jika dirinya tidak akan bisa menang.

Perjalanan politik Hillary di Pilpres AS tersebut tertuang dalam buku "Shattered: Inside Hillary Clinton’s Doomed Election Campaign," yang ditulis oleh jurnalis politik Jonathan Allen dan Amie Parnes. Mereka menuliskan jika Trump telah menghancurkan "warisan Obama" dan "mimpi" Hillary untuk menjadi Presiden.

Seperti diketahui, pada awalnya Hillary diprediksi akan menang telak dari Donald Trump. Namun, mendekati hari pengambilan suara Trump tiba-tiba banyak diunggulkan di sejumlah daerah.

Hal tersebut semakin terbukti pada hari pemungutan suara. Pada pukul 11:00 waktu setempat, Trump dilaporkan unggul di Wisconsin hingga daerah lain berdasarkan electoral vote.


Dalam buku tersebut dituliskan jika Direktur Politik Gedung Putih, David Simas telah memanggil manajer kampanye Hillary, Robby Mook. Ia menyampaikan pesan darri Presiden Barack Obama agar Hillary tidak menarik diri begitu saja dan mengakui kekalahan.

Pada saat itu ia sempat meminta maaf pada Obama. "Bapak Presiden, saya minta maaf," ujar Hillary. Meski sang presiden menelepon untuk menghiburnya, Hillary telah terpuruk dan enggan bangkit.

Meski begitu, Hillary masih bisa menelepon Trump dan mengucapkan selamat. Pada pidatonya beberapa hari kemudian, Hillary kemudian mengakui kekalahannya dengan lapang dan mendoakan agar Trump bisa memimpin AS dengan baik.

Sementara itu, kemenangan Trump sendiri memang sempat menuai kontroversi dan polemik. Banyak warga di sejumlah negara bagian AS yang turun ke jalan dan memprotes terpilihnya politisi sekaligus pengusaha kontroversial itu. Apalagi dengan adanya isu peretasan Rusia dalam Pilpres AS tersebut.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait