Ini alasan Wapres JK menyebut pemberitaan sejumlah media asing terkait Pilkada DKI tidak adil.
- Tim WowKeren
- Jumat, 21 April 2017 - 08:02 WIB
WowKeren - Gelaran Pilkada DKI Jakarta putaran dua mencuri perhatian masyarakat Indonesia selama beberapa bulan terakhir. Tidak hanya itu, sejumlah media asingpun tidak ketinggalan memuat pemberitaan tentang pesta demokrasi tersebut hingga persaingan antara Anies Baswedan-Sandiga Uno dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Baru-baru ini, media internasional juga membahas mengenai kemenangan Anies-Sandi atas Ahok-Djarot. Namun, sejumlah pemberitaan yang beredar rupanya membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa tidak senang. Pasalnya mereka menyebut jika kemenangan pasangan nomor urut tiga itu adalah kemenangan Kelompok Islam Garis Keras.
"Soal Pilkada, tadi saya ketemu Wakil Presiden Amerika. Saya bilang ndak adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung oleh teman-teman dari sisi Islam malah dianggap garis keras yang menang," ujar JK. "Kemenangan Anies-Sandi bukan kemenangan kelompok Islam garis keras."
JK sendiri secara bercanda menyebut jika Anies Baswedan justru sosok yang "ringan" dan lembut". Lebih lanjut, ia juga mengimbau semua pihak untuk menghormati pilihan warga DKI.
"Justru saya kira Pak Anies itu paling ringan orangnya, buka paling keras. Paling lembut di antara yang keras itu karena ada Imam yang besar. Imam yang suka sama beliau, dianggap besar oleh pendukungnya padahal cuma pendukung saja," imbuhnya.
Seperti diketahui Anies-Sandi berhasil mengalahkan pasangan nomor urut dua di Pilkada DKI putaran kedua dengan perolehan suara cukup signifikan. Pasangan nomor urut tiga itu memperoleh suara hingga 57,96 persen sedangkan Ahok-Djarot mendapat suara 42,05 persen.
(wk/)