Begini gaya Ahok mengatasi permasalahan warga DKI dengan cara singkat padat dan jelas.
- Tim WowKeren
- Rabu, 03 Mei 2017 - 13:44 WIB
WowKeren - Di sisa-sisa masa jabatannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta, masih menerima kunjungan warga serta memberi solusi terhadap keluhan mereka. Setiap pagi, DI Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta itu, selalu saja ada warga yang datang untuk mengadu kepada Ahok.
Bahkan, lima bulan sebelum masa jabatan Ahok habis, warga ibu kota yang datang mengadukan persoalannya semakin banyak. Pemprov pun kini membatasi waktu dan jumlah warga yang ingin mengadu. Pasalnya Ahok ingin menyelesaikan program sebelum masa jabatannya habis Oktober 2017 nanti.
Tak lagi punya banyak waktu untuk bertemu warga, Ahok pun langsung menyelesaikan masalah-masalah yang diadukan secara cepat. Hal ini tampak dari rekaman video yang viral di media sosial, saat Ahok menerima pengaduan warga. Dalam video yang direkam Dinas Komunikasi dan Informatika DKI tersebut, Ahok menerima dan mengeluarkan keputusan terkait persoalan 33 warga hanya dalam waktu 17 menit.
"Ini pak, saya ada persoalan KJP (Kartu Jakarta Pintar)," kata seorang ibu dalam video itu. "Oh, KJP, langsung daftar di sana, akan diselesaikan," jawab Ahok. Sembari berjalan menuju pintu masuk kantornya, Ahok terus melayani pengaduan warga. "Suami saya sakit pak. Mau berobat pakai BPJS, tapi masih ada tunggakan," ujar ibu lainnya. "Berobatnya di (kamar rawat) kelas berapa?" tanya Ahok. "Kelas tiga pak," timpal si ibu. "Bayarin nih, ya, tolong urus ibu ini. Bayarin, pemprov yang menanggung kalau kelas tiga. Ibu ikut bapak ini ya. Salam buat bapaknya yang sakit, lekas sembuh," ucap Ahok.
William Liung dari warganet, mengomentari video tersebut dengan memberikan perhitungan matematis mengenai jumlah persoalan warga yang mampu diselesaikan Ahok dalam sebulan. "Jika 33 permasalahan rakyat selesai hanya dalam waktu 17 menit, diasumsikan 1 permasalahan selesai dalam waktu ±0.5 menit. Semisal 1 hari ada 33 masalah dikalikan 25 hari kerja = 825 masalah yang diselesaikan dalam waktu ±425 menit," paparnya.
Mengetahui hal ini, banyak warganet yang justru khawatir. Sebab pola kerja menemui dan menyelesaikan persoalan warga secara langsung itu ditakutkan menghilang jika Ahok dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, tak lagi bekerja di Balai Kota DKI Jakarta.
(wk/)