Benarkah para pembuat iklan sering menggunakan bahan-bahan nyeleneh untuk membuat makanannya lebih menggiurkan?
- Tim WowKeren
- Jumat, 12 Mei 2017 - 15:57 WIB
WowKeren - Kalian pasti sudah sering melihat berbagai iklan makanan yang terlihat sangat menggoda dan menggiurkan. Mulai dari iklan minuman hingga makanan berukuran jumbo. Tapi saat melihat bentuk aslinya jadi sedikit kecewa karena tak sesuai dengan ekspektasi.
Nah, iklan memang ditujukan untuk menarik perhatian pelanggan terhadap suatu produk. Berbagai macam perusahaan berlomba-lomba untuk membuat iklan seunik dan semenarik mungkin untuk dilirik konsumen, termasuk kalian nih.
Tapi percaya atau tidak, ternyata pembuat iklan punya beragam trik nyeleneh agar produknya terlihat sempurna dan menggoda selera. Jadi, jangan heran kalau kita sering tertipu oleh iklan. Berikut cara nyeleneh yang dilakukan saat membuat iklan.
1. Tusuk Gigi
Tahu nggak kenapa bentuk burger dan berbagai penyajian makanan cepat saji terlihat begitu rapi? Padahal saat kita membeli terlihat sedikit berantakan atau bahkan terlihat peyot sana-sini dan tak sesuai dengan ukuran.
Ternyata, rahasia utama agar iklan makanan itu terlihat rapi adalah tusuk gigi. Jadi biar makanannya terlihat tertumpuk dengan rapi dan bervolume banyak, para pengiklan akan mengaturnya dengan tusuk gigi yang diselipkan di dalam makanan.
2. Bukan Susu Tapi...
Buat kalian yang penasaran mengapa susu dalam iklan sereal terlihat begitu kental dan menggoda selera, jangan kaget ya. Ternyata para pengiklan justru tak menggunakan susu dalam tampilan iklannya.
Agar sereal tidak terlihat lembek dan cair, maka para pengiklan menggantikan susu dengan lem cair. Dengan begini, tampilan susu akan terlihat sedikit lebih kental. Tapi tenang saja, ini hanya untuk proses pengambilan gambar saja kok.
3. Ada yang Pakai Semir Sepatu
Ternyata, semir sepatu juga biasa digunakan untuk membuat iklan makanan lho. Lah apa hubungannya? Jika pada umumnya kita memanggang daging sapi menggunakan kecap, lain halnya untuk pengambilan gambar iklan.
Sang pengiklan justru lebih memilih mengoleskan semir sepatu di atas daging. Alasannya, karena semir sepatu biasa digunakan untuk menunjukkan warna hitam yang sempurna. Sehingga membuat steak atau makanan berdaging terlihat matang dan mengkilap.
4. Pakai Sabun Untuk Krim Susu
Jika kalian tergoda dengan penampilan krim susu pada produk kopi, hati-hati tertipu. Pasalnya, kopi yang disajikan dalam iklan berbeda dengan yang kita buat di rumah. Para pengiklan biasanya lebih memilih menggunakan busa sabun.
Busa sabun lebih dipilih daripada krim susu asli karena bisa bertahan untuk beberapa kali pengambilan gambar. Sehingga bentuk minuman pun tidak akan mudah berubah atau berantakan. Ingat ya, ini hanya untuk iklan.
5. Cara Sendok Garpu Biar Rapi
Sendok, garpu dan peralatan makanan lainnya memang sangat mudah bergeser. Jadi saat pengambilan gambar, para pembuat iklan mempunyai trik khusus untuk mengakalinya.
Mereka akan memberi lem pada peralatan makan tersebut. Dengan mengelem, mereka tidak perlu repot-repot mengatur ulang semua peralatan kan.
6. Kentang Tumbuk Pengganti Es Krim
Kalian pasti heran kenapa bentuk es krim di iklan begitu menggiurkan dan nggak gampang leleh. Rahasianya adalah penggunaan mashed potato atau kentang tumbuk untuk menggantikan es krim.
Seperti yang diketahui, es krim memang sangat mudah meleleh, apalagi kalau terpapar sinar matahari dan di ruangan panas. Alhasil para fotografer mencari akal dengan menggunakan mashed potato yang memiliki bentuk mirip sebagai penggantinya.
7. Pakai Cairan Pelindung
Kalian pasti heran kenapa iklan pancake begitu menggiurkan. Sementara saat kita membuat sendiri terlihat biasa saja. Ternyata rahasianya terletak pada pancake yang disemprot dengan cairan pelindung kain.
Dengan cairan tersebut, sirup tidak akan mudah meresap pada permukaan pancake. Sehingga bentuk pancake tidak akan berubah dan terlihat tetap segar menggoda selera.
Itulah beberapa trik agar tampilan makanan terlihat sempurna dan menggoda di depan kamera. Tapi trik-trik ini tak digunakan oleh semua pembuat iklan lho. Pokoknya, jangan mudah tergiur dengan iklan dan belajar untuk menjadi konsumen yang cerdas.
(wk/)