Ramadan Bukan Hanya Sekadar Ibadah, Rupanya Puasa Miliki 10 Manfaat Baik Untuk Tubuh Wajib Kamu Tahu
SerbaSerbi

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek.

WowKeren - Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang dilakukan setahun sekali. Tak hanya sebagai ibadah yang menambah pahala, ternyata jika dilakukan dengan benar, puasa juga bisa meningkatkan kesehatan bagi yang menjalankannya.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan puasa ramadan dilakukan sejak waktu subuh (imsak) hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Lantas apa manfaat puasa bagi kesehatan manusia? Berikut ragam manfaat puasa bagi tubuh manusia:

Keseimbangan Anabolisme dan Katabolisme

Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan ibrinogen.

Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar. Sehingga berisiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

Pengaruh pada Janin Saat Ibu Hamil Berpuasa

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama satu bulan untuk mengevaluasi efek ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonograf¡ dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), sistol/diastol (S/D) rasio.

Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL) dan LDL/HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI dan rasio arteri umbilikalis S/D.

Penurunan Glukosa dan Berat Badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah.

Studi ini menunjukkan bahwa puasa menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan. Tampaknya efek puasa pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein.

Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1.

Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

Tingkatkan Konsentrasi Urin

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai seribu sampai 12 ribu ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal.


Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

Turunkan Adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat.

Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Tingkatkan Fungsi Otak

Saat berpuasa, neurotropik yang diturunkan dari otak mengalami peningkatan. Dengan begitu, tubuh akan memproduksi sel otak lebih banyak dari biasanya, sehingga kinerja otak juga akan semakin meningkat.

Selain itu, orang yang berpuasa juga akan mengalami penurunan tingkat stres karena berkurangnya hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kadar kolesterol tubuh juga dapat berkurang bagi orang yang berpuasa. Menurunnya kadar kolesterol dapat mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.

Sistem Pencernaan Lebih Sehat

Sistem pencernaan juga dapat menjadi lebih sehat dengan berpuasa. Selama tidak makan dan minum, fungsi fisiologis tetap berjalan normal terutama pada produksi sekresi pencernaan. Namun karena jumlah yang perlu dicerna berkurang, hal ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Selain itu, proses pemecahan makanan juga menjadi lebih stabil dan pelepasan energi akan mengikuti pola yang seharusnya. Oleh karena itu, sistem pencernaan akan memperoleh waktu untuk merevitalisasi dan meningkatkan fungsinya. Setelah berpuasa sebulan lamanya, sistem pencernaan akan menjadi lebih efisien dan lebih sehat.

Memperbaiki Kondisi Mental

Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65 persen terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna.

Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

Tingkatkan Komunikasi Psikososial dengan Allah dan Sesama

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia.

Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya.

Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait