Selain membawa senjata tajam, benda berbau dan narkoba, inilah ada alasan penumpang nggak dibolehkan ikut dalam penerbangan.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 03 Juni 2017 - 15:19 WIB
WowKeren - Setelah check in bukan berarti bebas masuk pesawat lho! Bahkan, hal sepele bisa menjadi alasan maskapai untuk mengeluarkan kamu dari daftar penumpang. Selain membawa senjata tajam, benda berbau dan narkoba, ada alasan lain lho penumpang nggak dibolehkan ikut dalam penerbangan.
Bahkan para kru diperintahkan untuk mengeluarkan penumpang karena alasan-alasan tertentu. Berikut 10 alasan yang bisa dikatakan konyol yang melarang penumpang ikut dalam penerbangan:
Bau Badan
Bisa traveler bayangkan jika di dalam pesawat duduk di sebelah penumpang yang memiliki bau badan yang mmmm... menyengat? Pasti nggak nyaman kan?
Hal ini menjadi perhatian bagi maskapai American Airlines berserta maskapai lainnya di AS. Mereka menulis klausul dalam kontrak penerbangan yang membolehkan para awak pesawat mengeluarkan penumpang yang sangat bau.
Nah, hati-hati ya jika berkunjung ke Amerika. Selain periksa kelengkapan tiket dan paspor, periksa juga bau badan ya. Harus wangi!
Nggak Mengemas Abu dengan Baik
Bisa bayangkan dong, tiba-tiba rambut dan pakaianmu berdebu dan setelah diperiksa ternyata itu abu jenazah? Horor pasti ya.
Hal ini menjadi perhatian maskapai EasyJet dari Eropa yang memperingatkan penumpang mengenai pembawaan abu jenazah. Maskapai ini memperbolehkan penumpang membawa abu jenazah dengan beberapa syarat.
Pertama harus memiliki surat kematian beserta salinan dari sertifikasi kremasi. Kedua harus mengemah abu dalam wadah yang tepat, harus wadah yang dijamin nggak akan tumpah. Kasihan kan jika abu jenazahnya tumpah dan diinjak-injak sama orang.
Kelebihan Berat Badan
Untuk alasan keamanan, maskapai sebelum lepas landas dan mendarat mengharuskan penumpang untuk menyesuaikan diri dengan sabuk pengaman dan bangku sandaran. Sebagai contoh maskapai Delta Airlines dari AS yang memiliki ketentuan dalam kontrak penerbangan bahwa penumpang harus patuh dan memastikan sabuk pengaman terpasang dengan tepat dan penumpang menyandar di bangku dengan nyaman.
Kalau ada penumpang yang nggak bisa atau muat dengan ukuran bangku dan sabuk pengaman, penerbangan belum boleh dilakukan. Hal ini nantinya tergantung dari keputusan kru, mereka akan mempertimbangkan apakah penumpang tersebut dan segala tindakannya menimbulkan risiko atau mengganggu penumpang lain.
Pakaian Tak Sesuai
Maskapai juga memperhatikan kesopanan dalam berpakaian bagi penumpang. Mereka melarang penumpang memakai baju yang terdapat kata-kata yang kasar atau mengandung SARA.
Beberapa waktu lalu, salah satu penumpang harus diusir dari pesawat karena menggunakan baju kaus hitam yang bertuliskan "Bitches On Tour". Para awak pesawat sudah meminta penumpang untuk mengganti atasannya tapi si penumpang nggak mendengarkan. Karena itu terpaksa dia didepak dari pesawat.
United Airlines salah satu maskapai yang memperhatikan pakaian dari penumpangnya. Pada bulan Maret lalu mereka melarang seorang gadis 10 tahun ikut penerbangan karena dia memakai legging.
Tanpa Alas Kaki
Maskapai melarang penumpangnya bertelanjang kaki alias hanya menggunakan sandal untu menaiki pesawat. Ini bukan karena gengsi atau terlihat nggak elegan.
Mereka memiliki alasan yang masuk akal kok. Pertama, jika dalam kondisi darurat, sepatu mungkin dibutuhkan untuk pendaratan yang lebih aman. Kedua berhubungan dengan bau kaki. Kasian kan hidung penumpang lain?
Alergi Kacang-Kacangan
Pada tahun lalu di maskapai Emirates terdapat kasus dimana seorang ibu marah-marah karena anaknya dilarang naik pesawat karena memiliki riwayat alergi kacang-kacangan. Alasannya pilot nggak mau ada kematian selama penerbangan.
Lho? Kan si adek nggak makan kacang selama penerbangan?Ternyata permasalahannya tidak datang dari si adeknya tetapi dari penumpang lain.
Pilot mencemaskan jika nanti jika si pasien menghirup kacang atau berkontak dengan hal-hal yang mengandung kacang dari penumpang lain hingga alerginya kambuh. Maskapai nggak ingin mengambil risiko.
Bawa Harpa
Beberapa maskapai memiliki kebijakan mengenai daftar barang yang boleh dan dilarang dibawa selama penerbangan. Sebagai contoh Ryanair yang memiliki aturan untuk penumpang nggak boleh membawa alat musik besar seperti harpa.
Nggak hanya harpa tetapi mereka juga melarang membawa alat pancing besar, alat golf, skuter anak-anak, peralatan anggar, tiang kubah, lembing, papan selancar, bodyboards, papan seluncur dan sepatu ski.
Iseng Bawa Ular
Apa yang terjadi jika pesawat yang sedang terbang dipanikan oleh ular yang lepas dari kandangnya? Atau musang yang tiba-tiba lari ke kabin pilot? Heboh dong!
Beberapa maskapai mempunyai kebijakan memperbolehkan penumpang membawa peliharaannya ikut masuk ke dalam kabin. Dengan syarat harus memiliki dokumen resmi dan karena kondisi tertentu.
Beberapa hewan diperbolehkan masuk tapi juga ada hewan yang dilarang. Di maskapai United Airlines, anjing dan monyet diizinkan ikut penerbangan tapi ular, musang dan laba-laba biasanya dilarang untuk dibawa.
Bawa Bayi Menangis
Membawa bayi dalam pesawat adalah pengalaman untuk orangtua baru. Sebab bayi perlu beradaptasi dengan ruangan yang sempit untuk waktu yang lama.
Usahakan buat bayi dalam keadaan mengantuk sebelum masuk ke dalam pesawat. Sebaiknya dalam keadaan tidur lebih baik. Sebab awak pesawat nggak akan mentorelir penumpang yang membawa bayi menangis.
Keadaan Sakit
Jangan memaksakan kondisi tubuh yang nggak dalam keadaan baik. Bila ngerasa mau sakit, ada baiknya kamu menunda penerbangan.
Jangan sampai ketahuan muntah di dalam pesawat karena nggak sampai ke toilet. Bisa-bisa kamu didepak dan disuruh mengikuti penerbangan selanjutnya menunggu kondisi yang lebih baik.
Itulah beberapa hal yang bisa menyebabkan kamu dikeluarkan dari daftar penumpang lho. Menurutmu mungkin sederhana tapi hal sederhana itu bisa membahayakan kamu dan penumpang lain. So, patuhi peraturan ya.
(wk/)