Meninggal Untuk Ringankan Beban Keluarga, 5 Fakta Mengharukan Soal Karoshi di Jepang
SerbaSerbi

Berikut ini fakta mengenai karoshi yang membuat banyak anak muda meninggal karena bekerja terlalu keras.

WowKeren - Anak muda yang memasuki usia produktif memang sudah seharusnya bekerja dan belajar memenuhi kebutuhan sendiri. Apalagi jika dia sudah menetapkan tujuannya untuk mencapai sesuatu. Mau nggak mau ya harus mengejar sampai berhasil mendapatkannya.

Makanya nggak jarang banyak orang rela banting tulang bekerja dari pagi sampai malam demi mendapatkan uang yang banyak karena kebutuhan pun banyak yang harus dipenuhi. Namun jangan sampai kebutuhan duniawi ini menyita waktu dan kesehatan hingga membuat meninggal.

Seperti yang terjadi pada Naoya yang meninggal karena bekerja terus menerus tanpa henti. Pria berusia 27 tahun itu meninggal dalam kategori karoshi. Berikut fakta-fakta mengharukan mengenai karoshi:

Korbannya Anak Muda

Nggak hanya Naoya korban satu-satunya dalam kasus ini. Desember 2015 lalu juga ada seorang wanita berusia 24 tahun bernama Matsuri Takahashi bekerja tanpa henti sampai akhirnya memutuskan bunuh diri.

Dia mengungkapkan kalau dirinya jarang tidur dan berpikir bahwa jika nggak bekerja dengan keras maka dia nggak bisa mencukupi kebutuhan keluarganya.

Lembur Tapi Nggak Dapat Upah Tambahan

Perusahaan Jepang tak membantah kenyataan ini. Mereka mengakui bahwa ada banyak karyawannya yang bekerja lebih dari 80 jam sebulan dan tidak menerima upah tambahan.

Karyawan juga dipandang aneh jika pulang terlebih dulu dari atasannya makanya tak heran banyak karyawan yang punya peluang tinggi meninggal dunia.

Biasa Makan Seadanya


Mereka yang bekerja terus menerus sampai meninggal juga diduga hanya makan seadanya. Mereka yang sudah tahu pekerjaan mereka menyita tenaga, waktu dan pikiran tetap saja punya kebiasaan makan makanan instan dan terlalu banyak lemak.

Tubuh makin melemah dan penyakit mulai menyerang. Akhirnya tidak menjadi hal mengejutkan yang menyebabkan mereka meninggal.

Pemerintah Hanya Prioritaskan Kepentingan Bisnis

Pemerintah juga menjadi sorotan utama karena persoalan ini. Pemerintah dicap oleh masyarakat hanya memenuhi kepentingan bisnis dan ekonomi tanpa memberikan ruang yang leluasa pada masyarakatnya untuk bekerja dengan waktu yang wajar.

Menanggapi hal ini, pemerintah beberapa tahun belakangan ini mulai memberitahu sejumlah perusahaan agar menyuruh pulang karyawannya maksimal sampai jam 7 malam. Khususnya mereka yang memiliki anak kecil di rumah.

Sengaja Meninggal Supaya Utang Keluarga Lunas

Kebutuhan hidup yang tinggi kadang membuat orang Jepang harus berutang. Salah satu cara melunasi utang tersebut ialah dengan bekerja keras. Bahkan ada dari mereka yang sengaja menyiksa diri karena nggak kuat menahan tekanan hidup dan berharap keluarga akan mendapat uang asuransi setelah mereka meninggal.

Selain itu, keluarga korban juga mendapat kompensasi pertanggungan dari perusahaan yang bersangkutan sehingga bisa dipakai untuk melunasi hutang-hutang yang ada.

Fenomena ini kiranya cukup terjadi di Jepang dan bukan di Indonesia. Bekerja sah-sah saja tapi dalam waktu yang wajar karena hidup nggak melulu soal bekerja.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait