Masalah kurang tidur di malam hari merupakan masalah serius yang dampaknya nggak bisa disepelekan. Berikut efek mengerikan lainnya yang mesti kamu perhatikan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 08 Juni 2017 - 18:16 WIB
WowKeren - Tidur sangat dibutuhkan tubuh guna menjaga kesehatan dan kebugaran. Jangan sampai tidak memenuhi hak tidur malam baik itu berupa nggak tidur malam ataupun tidur terlalu malam. Pasalnya hal itu karena berakibat langsung pada kesehatan tubuh dan berefek buruk pada aktivitas (yang tidak maksimal) di keesokan harinya.
Bahkan, beberapa sumber menyebutkan, bahwa tidur terlalu malam ataupun kekurangan tidur bisa menjadi penyebab kematian mendadak. Sehingga masalah kurang tidur di malam hari merupakan masalah serius yang dampaknya tidak bisa disepelekan. Berikut efek mengerikan lainnya yang mesti kamu perhatikan:
Jam Biologis Terganggu

Jam biologis tubuh bisa dikatakan tugas otak dalam mengatur selera makan, jadwal tidur dan suasana hati (mood) seseorang. Akibat sering tidur larut malam, mengakibatkan otak kesulitan untuk membagi tugas dalam mengontrol semua hal tersebut, sehingga jam biologis menjadi kacau, yang bisa berfek buruk pada kondisi fisik serta mental.
Tidur larut malam mengakibatkan pada siang hari saat berada di tempat kerja akan cenderung mengantuk sehingga secara langsung berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Mengantuk juga berisiko timbulnya kecelakaan saat perjalanan dari dan ke tempat kerja.
Tingkatkan Risiko Meninggal Mendadak

Dampak dari kurang tidur yang paling menakutkan adalah meningkatnya risiko kematian. Peneliti Inggris menyatakan bahwa pola tidur yang buruk atau kurang tidur meningkatkan risiko kematian dua kali lebih besar akibat penyakit kardiovaskuler.
Pada tahun 2007, para peneliti dari Inggris menemukan bahwa para pekerja mengurangi durasi tidur mereka dari tujuh jam menjadi lima jam kondisi ini membuat mereka lebih cepat meninggal dunia dengan berbagai sebab dibandingkan mereka yang cukup tidur.
Bahaya Bagi Jantung

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang tidur lebih dari 7 jam setiap malam, berpotensi 2 kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh ketika seseorang kebanyakan tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya kekuragan pasokan oksigen sehingga aliran mengganggu aliran darah menuju jantung.
Menjadi penyakit tiga teratas yang menyebabkan kematian, pencegahan pun harus dilakukan. Para dokter menyarankan masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup mereka menjadi gaya hidup yang lebih sehat.
Konsentrasi Berkurang

Tidur malam yang dilakukan dengan baik dan tepat waktu memiliki manfaat penting dalam mengoptimalkan memori dalam pikiran yang membantu dalam berkonsentrasi. Sehingga sering tidur larut malam (yang berimbas pada kurang tidur ataupun bangun kesiangan) berakibat pada penurunan drastis tingkat konsentrasi, penurunan keampuan menalar, penurunan kewaspadaan, penurunan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Masalah-masalah tersebut akhirnya menjadikan proses belajar menjadi lebih sulit dan aktivitas secara umum akan terganggu. Jika seseorang kekurangan tidur maka akan mengalami kesulitan dalam mengingat hal-hal yang sebenarnya sudah sering alami pada siang hari.
Mengantuk Sebabkan Kecelakaan

Nggak hanya kecelakan mobil di jalan raya tetapi kecelakan secara umum. Terdapat banyak kecelakan fatal yang tercatat dalam sejarah dan menghebohkan dunia seperti pada tahun 1979 terjadi kecelakaan nuklir di Three Mile Island, kebocoran minyak Exxon Valdez dan kebocoran nuklir di tahu Chernobil pada tahun 1986 dan banyak lainnya.
Dalam skala lebih kecil, tubuh yang nggak fit ataupun mengantuk (karena pola tidur yang buruk) dapat memperlambat reaksi terhadap sesuatu dan problem ini sangat dikhawatirkan saat di jalan raya. Di negara Amerika Serikat terjadi hampir 100 ribu kecelakaan yang diakibatkan oleh kualitas tidur pengendara yang buruk.
Diabetes

Selain berisiko obesitas, kadar gula darah yang tidak terkontrol juga menyebabkan terjadinya diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam berisiko 50 persen lebih besar menderita diabetes.
Hal itu karena pola tidur yang baik dan sehat sangat diharapkan untuk bisa melancarkan peredaran darah, memperbaiki sel-sel tubuh dan membantu produksi enzim dan hormon. Sehingga orang yang memiliki masalah pada kualitais tidurnya akan berisiko terserang gangguan kesehatan.
Depresi

Perasaan sedih, marah, stres dan mental lelah akan dialami oleh mereka yang selama 7 hari berturut-turut tidurnya kurang dari 5 jam. Itu sebabnya menurut hasil penelitian, mereka yang mengidap insomnia memiliki kemungkinan 5 kali lebih besar untuk terserang depresi.
Kekurangan maupun kelebihan tidur berisiko menyebabkan gangguan pada mental seseorang salah satunya adalah depresi. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tidur 7-9 jam setiap malam mempunyai risiko terkena depresi sebanyak 27 persen sedangkan tidur lebih dari 9 jam berisiko lebih banyak yakni 49 persen. Hal ini menunjukkan bahwa orang depresi cenderung memiliki waktu tidur yang lebih banyak.
Gangguan Kemampuan Belajar

Bagi pelajar dan mahasiswa atau semua orang yang menjalankan sedang menjalani program studi maka kurang tidur bisa menyebabkan kurangnya kemampuan kognitif. Hal ini disebabkan karena kurang tidur akan membuat otak kurang konsentrasi, tidak bisa memiliki ingatan yang baik, tidak bisa menggunakan nalar dengan baik dan sulit untuk menemukan solusi masalah.
Bagi orang yang sedang menjalani studi maka akibatnya bisa sangat komplek seperti penundaan kelulusan dan penurunan prestasi. Tidur bisa membuat otak mengalami proses yang menyenangkan seperti meningkatkan kekuatan ingatan dan menyimpan memori.
Muncul Mata Panda

Kulit menjadi salah satu cara untuk mengukur kesehatan tubuh. orang yang memiliki kebiasaan tidak tidur cukup maka cenderung memiliki penampilan kulit yang kurang cerah, pucat, loyo, keriput dan muncul garis halus. Bagi wanita yang memiliki kebiasaan ini maka akan terlihat lingkaran bengkak pada bagian mata.
Hal ini disebabkan karena tubuh mengeluarkan hormon stress yaitu kortisol yang lebih banyak. Kortisol yang terlalu banyak bisa merusak kolagen sehingga menyebabkan kulit menjadi tidak kenyal dan elastis.
Turunkan Gairah Seksual

Tingkat libido dan gairah seksual pada pria maupun wanita dapat menurun karena jadwal tidur yang tidak baik atau karena tidur yang terlalu malam karena energi menjadi terkuras dan tensi darah mereka meningkat.
Sebuah penelitian yang dirilis di Journal of Clinical Endocrinology and Metablolism menemukan hasil bahwa kaum pria yang menderita masalah pernapasan sehingga tidurnya terganggu (sleep apnea), kadar testosteronnya rendah pada malam hari dimana kadar testosteron memiliki peran dalam mendorong libido seks seseorang.
Para ahli juga banyak yang mengatakan bahwa pria maupun wanita yang sulit tidur memiliki tingkat libido yang sangat rendah, yang cenderung mengurangi gairah seks.
Berdasar akibat tidur yang kurang di atas kamu nggak bisa sepelekan istirahat yang kurang selama seminggu. Hal itu berkaitan dengan kesehatan hingga berpengaruh pada oragan. Bahkan nggak jarang berdampak pada kematian. Jadi mulai sekarang yuk waspada dan jangan lupa tidur yang cukup ya.
(wk/)