Inilah fakta unik berkaitan dengan tampon yang jarang dipakai di Indonesia yang tentu saja awam untukmu.
- Tim WowKeren
- Kamis, 08 Juni 2017 - 19:42 WIB
WowKeren - Di Indonesia, tampon memang kurang populer karena peminatnya nggak begitu banyak. Kebanyakan wanita menganggap penggunaan tampon ini sulit dan rumit. Padahal, tampon ternyata memiliki beberapa kelebihan juga, lho.
Berfungsi sebagai pembalut, tampon juga dibuat dari bahan yang sama dengan pembalut, hanya saja berbeda dari bentuk dan cara penggunaannya. Tampon berbentuk seperti peluru besar yang dimasukkan ke dalam vagina melewati selaput dara dengan bantuan jari. Berikut 6 fakta tentang tampon yang perlu kamu ketahui:
Tampon Bisa Bikin Orgasme

Tampax, salah satu perusahaan yang membuat tampon pertama kali tersedia pada pertengahan 1930-an-dan menurut sebuah artikel tentang sejarah tampon diterbitkan di The Atlantic, saat itu, banyak orang percaya tampon bisa menyebabkan seseorang meraih orgasme.
Mereka juga percaya tampon mungkin sengaja mematahkan hymens beberapa gadis dan menyebabkan mereka kehilangan keperawanan mereka. Padahal itu hanya mitos.
Wanginya Nggak Baik Untuk Miss V

Playtex memperkenalkan tampon deodoran pertama pada tahun 1971. Dan saat kamu akan menemukan tampon yang wangi di setiap toko obat, mereka bukanlah jenis tampon yang harus dibeli. Produk sanitasi beraroma ini diklaim dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, kata Lizellen La Follette, M.D., California ob-gyn.
Dalam beberapa kasus, produk beraroma dapat membuat bau menjadi buruk, kata La Follette. "Cobalah untuk mengubah pembalut dan tampon lebih sering dan pastikan kamu mencuci vagina dengan benar serta memastikan daerah vagina terjaga tetap kering," sarannya.
Wanita Habiskan Rp 19,5 Juta Hanya Untuk Pembalut Seumur Hidup

Rata-rata wanita akan mengeluarkan uang sebanyak USD 1,418.67 atau sekitar Rp 19,5 juta pada tampon atau pembalut selama hidupnya. Dengan asumsi bahwa wanita akan menggantinya setiap 6 jam untuk waktu 4 hari dan sekotak 36 tampon dengan biaya USD 7 atau sekitar Rp 91 ribu.
Di 40 negara, satu kotak tampon dikenai pajak sebagai barang mewah. Sebuah penelitian di AS baru-baru ini juga menemukan wanita harus merogoh kocek sekitar USD 1.692 atau sekitar Rp 22 juta setiap tahun saat siklus menstruasi.
Eropa Gunakan Tampon Digital

Menurut buku, Capitalizing on the Curse: The Business of Menstruation, 97 persen wanita Eropa menggunakan tampon digital. Bukan, mereka bukanlah bagian dari aplikasi baru, mereka adalah produk tanpa plastik atau aplikator kardus yang biasa kita gunakan. Di Amerika Serikat, hanya tiga sampai empat persen wanita yang menggunakannya.
"Tampon digital lebih kompak daripada tampon dengan aplikator dan dapat lebih mudah diangkut tanpa terdeteksi oleh orang lain," kata La Follette. "Sebuah keuntungan tambahan dari tampon jenis ini adalah less waste materials, yang membuat ini menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang peduli dengan isu-isu lingkungan."
Tampon Punya Kadaluwarsa

Ya, mereka memiliki tanggal kadaluwarsa dan bertahan selama lima tahun. "Sementara tampon yang sanitasi, mereka tidak steril, yang berarti bahwa jika mereka tidak disimpan dengan benar maka bakteri dan jamur dapat tumbuh," kata La Follette.
Masa kadaluwarsa tampon akan lebih pendek bila tamponmu terombang-ambing di tas selama berminggu-minggu. "Tampon itu telah melakukan kontak dengan parfum, debu, tinta dan bakteri asing lainnya yang ada di dalam tas," kata La Follette. "Jenis kontaminasi meningkatkan risiko yang dapat membuat berkembangnya infeksi vagina atau komplikasi lain."
Bisa Untuk Perangi Polusi

Seorang profesor U.K. menemukan bahwa tampon direndam dalam optical brighteners dapat digunakan untuk mengeluarkan nuansa neon yang membuat mereka mudah dikenali di dalam air. Para peneliti telah menggunakan tampon untuk melacak air limbah di U.K sejak itu.
Nah itu dia fakta unik tentang tampon. Jadi, mulai sekarang kamu nggak perlu lagi kebingungan mengenai apa itu tampon. Tampon cukup membantu mengatasi darah haid saat siklus menstruasimu tiba.
(wk/)