Ini yang ditunggu oleh pasukan TNI sebelum bertolak ke Filipina untuk menggempur ISIS.
- Tim WowKeren
- Jumat, 23 Juni 2017 - 08:48 WIB
WowKeren - Peperangan yang terjadi di Marawi, Filipina juga menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo dikabarkan telah menghubungi Presiden Duterte untuk membahas masalah tersebut.
Hal tersebut juga telah dibenarkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Meski ia tak menjelaskan apa yang dibicarakan oleh keduanya. "Ada pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Duterte semalam," ujarnya.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sendiri mengatakan jika TNI telah siap membantu Filipina melawan ISIS. Meski begitu mereka masih harus menunggu hasil dari kongres.
"Nunggu kongres. Kita enggak bisa masuk kalau engga diizinkan walaupun Presidennya boleh. Tapi kita siap saja," ujar Ryamizard Ryacudu. "Mereka itu musuh kita juga. Kita harus menghadapinya bersama-sama. Dengan kebersamaan itu pasti keberhasilan lebih besar. Daripada sendiri-sendiri kan?"
Sementara itu, seperti diketahui sejak beberapa waktu lalu kelompok yang berafiliasi dengan ISIS diketahui telah menduduki Marawi di Filipina. Akibat peperangan yang terjadi kabarnya korban yang jatuh sudah mencapai lebih dari 300 orang, baik dari pihak militer, militan ataupun warga sipil.
(wk/)