Hubungan Abadi, 5 Cerita Haru Soal Perjuangan Kakak-Adik Ini Bikin Meneteskan Air Mata
SerbaSerbi

Berikut ini kisah mengharukan kakak adik dalam mengarungi hidup.

WowKeren - Nggak ada yang bisa memisahkan hubungan antara kakak dan adik. Memiliki darah yang sama, hubungan ini bisa saling membutuhkan tanpa terlihat. Dengan intuisi saja masalah antara kakak dan adik bisa saling tahu.

Apalagi untuk mengarungi hidup, kakak adik bisa saling bantu. Sama seperti beberapa kisah yang mengharukan ini. Berikut ini kisah mengharukan kakak adik dalam mengarungi hidup:

Pengorbanan Kakak Demi Adik Pengidap Leukemia

Pemuda 19 tahun menangis terharu ketika diberi tahu uang yang dibutuhkan untuk perawatan adiknya yang masih bayi berhasil terkumpul. Uang itu didapatkan dari donasi netizen di media sosial.

Menurut portal berita Hupu, pemuda bermarga Ma itu berasal dari desa miskin di Provinsi Hubei, China. Kondisi keluarga Ma yang sudah miskin, semakin menyedihkan saat adiknya yang masih berusia tiga tahun didiagnosis menderita leukemia atau kanker darah.

Meskipun kondisi keluarganya sangat kekurangan, Ma menolak menyerah mengahadapi kesulitan yang menimpa adiknya. Dia memutuskan belajar keras agar bisa menjadi dokter. Dia berharap bisa menyembuhkan leukemia adiknya dengan tangannya sendiri.

Tewas Setelah Sumbangkan Liver Untuk Kakak

Kisah pernah heboh di tahun 2010an. Seorang adik tak berdaya melihat perjuangan kakak yang membutuhkan liver baru. Karena tak ada yang cocok, Adik yang bernama Ryan Arnold ini menyumbangkan livernya untuk kakaknya, Chad.

Ryan, yang masih muda dan sehat, seorang suami dan ayah, akhirnya tewas akibat serangan jantung setelah melakukan bedah transplantasi di University of Colorado Hospital, sedangkan Chad, orang yang tadinya sangat mengkhawatirkan, harus mengucapkan terima kasih atas liver adiknya yang kini tumbuh dan berkembang di dalam tubuhnya.

Gadis Miskin Bekerja Keras Hidupi Keluarga

Wang Lin Na adalah seorang gadis remaja berusia 13 tahun tinggal di sebuah desa Luoyang di dekat Kota Songxian, Tiongkok. Dia tampak tak seberuntung gadis-gadis remaja lainnya.


Sebagaimana dikutip dari tionghoa.info, pada saat gadis-gadis remaja lainnya sedang asyik bersekolah dan bermain, gadis ini harus memikul beban yang cukup berat.

Bagaimana tidak, ayah dan ibunya dalam keadaan sakit sehingga tidak sepenuhnya mampu menghidupi kehidupan keluarga mereka. Setiap hari dia menjadi tulang punggung keluarga mulai dari bekerja di sebuah pabrik, memasak, mencuci, menanam gandum, memanen serta mencari makanan alternatif lainnya di hutan.

Remaja Asuh Sendiri Adik Berusia 5 Bulan

Seorang remaja laki-laki yang berusia sekitar 15 tahun harus merawat adiknya yang berusia 5 bulan setelah kedua orangtua mereka pergi meninggalkan keduanya, Minggu (19/4/2015). Dilansir Viral4real, kebanyakan anak-anak ditinggalkan sendirian di jalan untuk mengemis agar bisa tetap terus hidup.

Hal itu dilakukan oleh orangtua yang pengangguran sehingga tak bisa membesarkan anak-anak meraka dengan hasil keringat mereka sendiri. Namun nasib lebih buruk dialami seorang remaja asal La Loma, Meksiko bernama Loloy.

Dia dan adiknya ditinggal pergi kedua orangtuanya. Loloy dan adik laki-lakinya tak memiliki tempat tinggal dan persediaan makanan.

Pengorbanan Adik Demi Kakak Kritis

Seorang gadis 19 tahun berniat menjual kegadisannya senilai 2 ratus ribu yuan (sekitar Rp 390 juta) demi mendanai pengobatan kanker kakak laki-lakinya.

Dengan naik kereta bawah tanah Hangzhou Metro, gadis itu membawa papan yang intinya menawarkan keperawanan untuk ditukar dengan uang Rp 390 juta. Dia membawa sertifikat dari rumah sakit yang menyatakan dia benar-benar masih perawan.

Tulisan di papan itu juga menjelaskan identitas gadis dari Provinsi Yunnan. Dia membutuhkan bantuan uang untuk pengobatan leukemia kakak laki-lakinya yang berusia 23 tahun.

Kakaknya menderita leukemia sejak tiga tahun yang lalu. Untungnya, tulang sumsumnya cocok dengan milik kakaknya. Sayangnya kakaknya mengalami reaksi negatif setelah menjalani transplantasi tulang sumsum.

Dan kini, kakaknya masih membutuhkan pengobatan yang mahal. Tetapi keluarganya telah kehabisan uang. Namun aksi di kereta itu tidak hanya menarik perhatian banyak orang tapi juga polisi. Menurut polisi, aksi yang dilakukan itu mengganggu ketertiban meski niatnya baik.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait