KPI Peringatkan 'Islam itu Indah' TransTV Usai Ustaz Syam Sebut 'Ada Pesta Seks di Surga'
TV

Simak pernyataan KPI terkait peringatan yang diberikan kepada 'Islam itu Indah' TransTV karena pernyataan ustaz Syam.

WowKeren - Sosok ustaz muda Syamsuddin Nur baru-baru ini membuat heboh lantaran ucapannya dalam acara siraman rohani pagi "Islam itu Indah" di TransTV pada Sabtu, 15 Juli. Ustaz Syam secara terang-terangan menyebut soal "pesta seks di surga". "Salah satu nikmat terbesar yang ada di surga adalah pesta seks. Karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia oleh laki-laki," ucapnya di depan ibu-ibu yang menjadi pemirsa studio.

Karena ucapan ustaz Syam, netizen ramai-ramai melaporkan "Islam itu Indah" kepada Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat). Dilansir kpi.go.id, KPI telah melakukan pertemuan guna mengklarifikasi hal tersebut yang di antaranya dihadiri oleh pihak KPI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan Trans TV, pada Selasa (18/7).

Pihak TransTV mengakui telah melakukan kesalahan dan bersedia memperbaiki kesalahan. "Secara internal manajemen Trans TV sudah melakukan koordinasi dan evaluasi", ujar Latief Harnoko selaku Direktur Operasional Trans TV.

Terima kasih bimbingan dan doa KH. Cholil Nafis (ketua komisi dakwah MUI Pusat). Serta terima kasih kepada seluruh jamaah, sekali lagi Syam meminta maaf yang sebesar2nya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Syam (@syam_elmarusy) pada


Sementara itu, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Nuning Rodiyah, mengatakan bahwa tayangan tersebut tidak melanggar Pasal Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Tetapi, hal itu berpotensi melanggar Pasal tersebut karena efek dari tayangan itu membuat kegaduhan di publik.

Nuning Rodiyah menyebut KPI Pusat telah melayangkan surat peringatan kepada TransTV terkait hal ini. "KPI dalam surat peringatannya meminta agar TransTV melakukan proses kehati-hatian dalam menayangkan program, khususnya konten-konten agama agar tidak menimbulkan kegaduhan publik," kata Nuning saat dihubungi melalui telepon, Rabu, 19 Juli 2017, seperti dilansir Tempo.

Melalui Instagram pribadinya, ustaz Syam mengunggah video kala ia mendapat bimbingan dari KH. Cholil Nafis (ketua komisi dakwah MUI Pusat). "Terima kasih, Ustaz Syamsuddin Nur, atas tabayyun (meneliti) dan klarifikasinya tentang salah ucap mengenai kehidupan di surga itu. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran kita semua dan kita tentu sebagai umat manusia, muslim, akan memaafkan hal itu," tutur KH. Cholil Nafis. "Cuma mohon diperhatikan kalau mau menyampaikan harus lebih banyak persiapan, jangan berhenti belajar karena kita dituntut untuk menyampaikan yang baik dan benar."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!