Musibah tragis ini terjadi selang beberapa hari setelah Alindra ikut orangtuanya kumpul keluarga Koeswoyo di Malang.
- Tim WowKeren
- Kamis, 20 Juli 2017 - 09:16 WIB
WowKeren - Kabar mengejutkan datang dari keluarga musisi legendaris Nomo Koeswoyo. Cucu dari Nomo bernama Alindya Rengginingsih meninggal dunia karena tercebur sumur.
Gadis yang masih berusia 2 tahun itu tewas saat ikut orangtuanya mencucikan mobil di daerah Canguk Magelang. Seorang kerabat Nomo, Eko Setya Budi, mengaku kalau kejadian itu berlangsung Selasa (18/7) sekitar pukul 10:00 WIB.
Alindya yang merupakan putri pasangan Reza Wicaksono Koeswoyo dan Anggi Risti itu, melihat ayam dan hendak mengejarnya. Ia melewati melewati sumur yang posisi bibirnya rata dengan tanah dan sebagian mulut sumur ditutupi asbes. Sumur yang airnya disalurkan dengan pipa untuk keperluan layanan cuci mobil itu, berdiameter 90 centimeter dan kedalaman sekitar 15 meter.
"Mereka baru tiba di Magelang pada Senin (17/7) dini hari, setelah pulang dari Malang, acara keluarga besar Koeswoyo. Lalu, siangnya keluar rumah. Sebenarnya tidak ada niat mau cuci mobil, melainkan hendak membelikan boneka untuk Alindya yang baru saja merayakan ulang tahun ke duanya pada 24 Juni silam. Mereka kemudian sekalian singgah untuk mencucikan mobil," kata Eko. "Bapak dan ibunya sedang menunggu mobilnya untuk dicucikan, Alindya melihat ada ayam di dekat tempat itu lalu ingin mengejarnya."
Tak lama, Alindya tercebur dan sempat ditolong seorang pekerja. Ia segera dilarikan ke RSUD Tidar Magelang namun tak terselamatkan. Cucu eks penggebuk drum grup Koes Plus itu akhirnya meninggal dunia.
Keponakan Chicha Koeswoyo ini dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum Giriloyo Kota Magelang, Rabu, sekitar pukul 11:00 WIB. Tampak orangtua Alindra dan Nomo sang kakek berduka di pemakaman.
Nomo dikenal lewat kiprahnya sebagai salah satu member Koes Plus bersama Jon Koeswoyo, Ton Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo. Namun ia kemudian keluar dari band keluarga tersebut dan sempat berdagang di era 60an. Ia digantikan oleh Kasmuri alias Murry. Mesti jadi pengusaha, Nomo ternyata masih kangen bermusik hingga ia kembali menggagas band baru.
(wk/)