Seperti apa sikap Adhyaksa Dault atas pembekuan anggaran Pramuka oleh Menpora senilai Rp 10 miliar?
- Tim WowKeren
- Senin, 24 Juli 2017 - 16:22 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault sempat menjadi sorotan atas kabar yang menyebutkan jika dirinya adalah pendukung Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Isu itu mencuat setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu diketahui hadir dalam acara organisasi yang kini telah dibubarkan tersebut pada 2013 silam.
Kabar mengenai keterlibatan Adhyaksa dengan HTI rupanya juga berimbas pada Pramuka. Pasalnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) baru-baru ini diketahui telah membekukan anggaran Pramuka senilai Rp 10 miliar.
Menpora Imam Nahrawi sendiri mengatakan jika pihaknya kini tengah menunggu klarifikasi terkait isu tersebut. Ia dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto akan memanggil Adhyaksa Dault untuk dimintai keterangan. Imam menegaskan jika pemerintah berjanji tidak akan membekukan anggaran dalam waktu lama.
"Jumlahnya Rp 10 miliar," ujar Imam Nahrawi. "Kami akan klarifikasi tentang statement Pak Adhyaksa yang saya dengar dan saya lihat mendukung khilafah, mendukung HTI, meskipun waktunya itu beberapa waktu lalu ya. Tapi kan tidak mungkin ya, kemudian kami berikan fasilitas begitu saja sebelum ada klarifikasi lebih lanjut."
Sementara itu, Adhyaksa sendiri mengatakan jika kedatangannya saat itu hanya sebagai tamu. "Penjelasan sudah saya sampaikan ke semua, ke Bapak Presiden Jokowi, ke Bapak Wapres Jusuf Kalla, ke BIN, ke Pak Imam Nahrawi secara tertulis, di TV, koran, radio, media online, media sosial dan berbagai kesempatan," ujar Adhyaksa.
Lebih lanjut, ia bahkan mengaku siap menghadap dan memberikan penjelasan langsung pada Menpora. "Kalau itu yang diinginkan beliau maka demi kepentingan Gerakan Pramuka, ke depan saya siap menghadap jika diminta menghadap olehnya, agar kegiatan Raimuna Nasional yang akan dihadiri oleh 15.000 pramuka penegak dan pandega yang akan hadir di Jakarta 3 minggu lagi bisa terlaksana dan juga tak dicampuradukkan lagi berlarut-larut antara kepentingan Pramuka dengan hal pribadi," imbuhnya.
(wk/)