Simak penjelasan Presiden Joko Widodo terkait jumlah orang miskin hasil survei BPS.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 Juli 2017 - 17:46 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jika jumlah penduduk miskin di Indonesia bertambah 6900 orang sehingga kini jumlahnya mencapai 27.771,22 juta pada Maret 2017. Sedangkan pada September 2016, jumlahnya adalah 27.764,32 juta orang.
Mengetahui laporan tersebut, Presiden Joko Widodo angkat bicara. Ia menjelaskan jika peningkatan tersebut hanyalah akibat dari kurangnya koordinasi antara kementerian dan lembaga (K/L).
Menurutnya pemerintah telah berupaya sekuat tenaga menekan angka kemiskinan. "Ini sebetulnya tahapan-tahapan untuk menuju ke situ sudah baik, sudah baik. Tetapi, pada saat survei oleh BPS, ini BPS juga saya harapkan kalau melakukan sesuatu berkaitan dengan survei, itu semua kementerian harus ngerti," jelasnya.
Presiden Jokowi mengatakan jika survei BPS tersebut dilakukan bersamaan dengan terlambatnya penyaluran beras sejahtera (rastra). Ia menegaskan jika peningkatan jumlah orang miskin tersebut bukan perkara fundamental.
"Sehingga jangan sampai pas pembagian rastranya terlambat, pas itu dilakukan survei. Masalah Itu saja sebetulnya, bukan masalah lain-lain yang fundamental. Kalau kemarin sinkron tidak akan, saya jamin pasti turun yang namanya kemiskinan itu. Hanya keterlambatan rastra itu sampai ke rumah tangga sasaran. Ini tolong hati-hati mengelola hal-hal yang sensitif seperti ini," imbuh Jokowi.
Lebih lanjut, ia meminta Kementerian Koordinator (Kemenko) untuk lebih sigap mengkoordinir bantuan sosial pemerintah dengan baik. Dengan begitu diharapkan angka kemiskinan benar-benar bisa ditekan.
"Saya minta juga semua kementerian, lembaga untuk memberikan perhatian dalam menekan kemiskinan. Dan saya minta Menko untuk mengkoordinasi hal-hal seperti ini. Ini sudah urusan koordinasi saja," pungkas Jokowi.
(wk/)