Berikut penjelasan psikologis berkaitan dengan kucing yang membuat kamu dan netizen lainnya menyukainya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 27 Juli 2017 - 09:26 WIB
WowKeren - Bila kerap berselancar di dunia maya, kamu akan sering menemukan kucing menghiasi layar monitormu. Misalnya ia jadi meme, ada di Youtube hingga tempelan di Vines. Sebuah studi dari Indiana University menemukan bahwa video kucing di YouTube rata-rata lebih banyak dilihat daripada genre lainnya.
Dari video kucing terkenal seperti Ninja Cat dan Two Talking Cats, selebriti kucing seperti Lil Bub, Maru dan Grumpy Cat, jelas bahwa kucing tampaknya mengambil alih dunia online. Tapi kenapa kucing? Apa yang membuat hewan berbulu ini begitu menarik. Berikut penjelasan psikologis berkaitan dengan kucing yang membuat kamu dan netizen lainnya menyukainya:
Kucing Sulit Akrab dengan Manusia
Coba perhatikan anjing yang telah dijinakkan selama puluhan ribu tahun. Selama waktu itu, majikan sengaja membesarkan mereka agar sesuai dengan kebutuhan manusia. Akibatnya anjing mudah berinteraksi dengan manusia dan penurut.
Berbeda dengan kucing, mereka pada dasarnya menjinakkan diri mereka sendiri. Karena kucing sangatlah imut dan baik dalam membunuh hama, nenek moyang membiarkan mereka bertahan. Faktanya, ahli biologi University of Bristol John Bradshaw memperkirakan bahwa 85 persen dari semua kawin kucing masih melibatkan kucing liar untuk menangkal dorongan perubahan yang diberikan majikan.
Dengan kata lain, kucing tidak pernah benar-benar berevolusi untuk tinggal bersama manusia seperti anjing. Itulah mengapa kucing bisa lebih sulit dibaca daripada anjing. Mengapa mereka sering dianggap lebih mandiri dan menyendiri. Dan kucing sama sulitnya memahami manusia.
Faktor Pasangan Aneh
Salah satu genre paling populer dari video di internet adalah hewan lucu yang melibatkan persahabatan nyeleneh dengan yang lain. Seringkali dengan hewan yang biasanya memiliki hubungan pemangsa. Misalnya seekor anjing dan cheetah, macan dan anak babi atau kucing yang digoda burung beo.
Video kucing dengan beo dilihat oleh banyak viewers. Ini manis karena kucing itu seharusnya tidak bergaul dengan burung beo itu. Kucing itu seharusnya memakan burung beo. Tapi lihat mereka saling menyukai. Ini menggemaskan.
Kucing Merasa Semua Makhluk Adalah Kucing
Kucing adalah genre video di internet yang sangat populer. Tapi kucing hanya melakukan itu karena mereka tidak benar-benar tahu bagaimana menangani manusia. Karena kucing tidak pernah tertarik hidup berdampingan dengan manusia. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya mereka harus bergantung pada perilaku sosial mereka sendiri untuk berinteraksi dengan manusia.
Dengan kata lain, kucing pada dasarnya benar-benar memandang manusia sebagai kucing juga. Secara khusus, mereka tampaknya memperlakukan manusia dengan cara yang sama seperti bagaimana anak-anak kucing memperlakukan ibu mereka. Jelas kucing tahu bahwa manusia bukan ibu mereka tapi itu pemikiran terbaik yang harus mereka lakukan untuk mengolah raksasa (manusia) yang memberi makanan dan sesekali mencoba untuk memagumi mereka.
Manusia Berpikir Kucing Suka Manusia
Jika kucing cenderung menganggap manusia sebagai kucing yang lebih besar, manusia cenderung menganggapnya sebagai makhluk yang lebih kecil dan lebih manis. Mengaitkan motivasi manusia dengan hewan peliharaan adalah bagian dari alasan mengapa manusia merasa sangat tertarik untuk memiliki atau menonton video hewan secara online.
Masalahnya banyak anggapan manusia salah. Misalnya salah satu perilaku lucu kucing yang paling umum yaitu memberi binatang mati. Penjelasan umumnya adalah kucing menganggap kamu sebagai anak kucing dan sedang mencoba untuk mengajari cara berburu dengan benar. Namun ahli biologi sekarang berpikir bahwa perilakunya mungkin tidak ada hubungannya dengan manusia.
Kucing berburu dengan mengendus tanda bekas hewan kecil dan kemudian menunggu angin sepoi-sepoi untuk mangsa mereka muncul. Masalahnya adalah bahwa beberapa kucing sering tertarik pada bekas aroma yang sama, yang dapat menyebabkan pertarungan makanan.
Kucing Berpikir Manusia Kadang Bodoh
Sebagai binatang teritorial, kucing terus-menerus bertanya-tanya mengapa manusia tidak melakukan hal-hal seperti yang dilakukan kucing lain di wilayah mereka. Kucing rumahan mungkin paham kapan mereka mesti keluar rumah, masuk dan berada di dalam. Kucing yang lebih besar seolah-olah menguasai wilayah, mereka berpatroli dan menandai dengan kencing sehingga kucing lain menjauh.
Tapi karena manusia tidak melakukan ini, kucing-kucing itu dengan enggan mengambil peran itu sendiri. Neurotisme kucing yang ingin pergi keluar setiap lima menit hanya untuk dibiarkan kembali terasa lucu bagi manusia karena nampaknya sangat konyol dan tidak perlu.
Kucing Lemah Nggak Akan Buang Besar Sembarangan
Bagian yang populer dari gambar kucing lucu menampilkan kucing yang mencoba masuk ke kamar mandi atau hanya nongkrong dan melihat pemiliknya di toilet. Lihat, kucing pada umumnya menyendiri namun beberapa saat kemudian mereka harus melewati daerah masing-masing. Kucing yang dominan akan membuang kotoran dan membiarkannya keluar untuk dilihat (dan dicium). Ini memungkinkan penyusup tahu siapa yang bertanggung jawab. Kucing yang kurang dominan sebagai semacam anggukan penerimaan, akan mengubur kotoran mereka sebagai gantinya. Meninggalkan kotoran di tempat terbuka akan dipandang sebagai tantangan bagi kucing yang dominan dan mungkin akan berakhir dalam perkelahian.
Kucing Nggak Dirancang Hidup di Dalam Rumah
Setiap kali kamu marah pada kucing karena melompat di meja dapur atau melompat-lompat di dalam rumah seperti orang gila, ingat bahwa kucing adalah binatang buas. Kucing tidak berevolusi dengan perabotan di dalam rumah dan mereka tidak memiliki pemahaman naluriah tentang itu.
Di luar, kucing tahu cara berburu, menghindari pemangsa dan terlibat dengan kucing lain. Tapi kehidupan dalam ruangan benar-benar asing bagi otak kucing. Itulah mengapa cara kucing berinteraksi dengan hal-hal dalam ruangan terlihat menjengkelkan.
Kucing dan Manusia Nggak Cocok Hidup di Dalam Rumah
Sama seperti kucing, manusia tampaknya nggak cocok berevolusi di lingkungan dengan batasan empat dinding dan langit-langit. Atau TV, komputer, lampu listrik dan semua keajaiban peradaban lainnya. Bagi sebagian besar eksistensi, manusia adalah pemburu-pengumpul yang tinggal di padang belantara, kadang-kadang membentuk tempat penampungan yang belum sempurna tapi kebanyakan tinggal dekat dengan alam.
Manusia mungkin akan merasakan kegembiraan kecil saat membaca fakta menyenangkan di internet, mengalahkan musuh pada video game atau menertawakan lelucon di acara TV favorit tapi masih ada bagian bawah sadar yang terasa seperti ada yang salah dengan terus-menerus di dalam rumah dan kebanyakan pasif.
Kucing disukai karena susah dijinakkan. Manusia dan kucing juga bukan dua makhluk yang bisa akur. Namun pada hakekatnya itulah yang membuat manusia sangat menyukai kucing.
(wk/)