Sejumlah adegan dan dialog dalam episode terbaru drama JTBC ini dinilai bermasalah. Kenapa?
- Tim WowKeren
- Senin, 28 Agustus 2017 - 08:37 WIB
WowKeren - "Age of Youth" season 2 sudah menayangkan dua episode perdananya pekan lalu. Drama baru JTBC yang merupakan kelanjutan kisah cewek-cewek penghuni kost Belle Epoque ini mencetak rating di kisaran dua koma persen, lebih tinggi dari season pertamanya.
Namun "Age of Youth 2" membuat penonton kecewa karena dinilai menyuguhkan konten LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Masalah ini disebabkan oleh hadirnya karakter baru, Jo Eun yang diperankan Choi Ara. Ia merupakan penghuni baru kost yang menempati kamar Kang Yi Na (Hwayoung).
Penampilan Jo Eun memang tak seperti cewek biasanya. Ia super tinggi dengan gaya berpakaian maskulin yang membuatnya mirip cowok. Yoon Jin Myung (Han Ye Ri) cs berasumsi bahwa Jo Eun adalah lesbian.
Sejumlah adegan dan dialog dalam "Age of Youth 2" terkait asumsi Jo Eun yang lesbianj rupanya dinilai bermasalah. Mulai dari, "Ini sama saja dengan tinggal bersama pria. Aku tidak berniat mendiskriminasi, hanya saja tidak nyaman", "Aku Kristen, jadi (lesbian) agak", "Jujur saja banyak orang Korea yang masih tidak nyaman", dan banyak lagi.
Selain itu ada adegan menampilkan Jo Eun mencoba membuka pintu dengan ekspresi khawatir. Adegan tersebut dinilai sebagai sesuatu yang harus ditakuti oleh karakter lain karena mereka mengira ia adalah lesbian.
Banyak yang melontarkan kritikan pada "Age of Youth 2" terkait adegan bermasalah tersebut. Mereka mengatakan drama populer yang sengaja menyuguhkan konten lesbian hanya akan menambah permasalahan yang sudah ada yaitu diskriminasi terhadap kaum LGBT.
"Ungkapan homofobia yang dikatakan teman kost pada Choi Ara sangat menyebalkan. Penulis naskah, apa ini tujuanmu menambahkan cewek tinggi?" komentar netter. "Aku melihat banyak orang yang bilang episode 'Age of Youth 2' ini bagus dalam menangani masalah dengan cara realistis, tapi jika kalian tidak mengkritik realita yang jelas-jelas salah, tidak ada bedanya dengan menciptakan kebencian dan diskriminasi," tambah netter lain.
(wk/)