Inilah alasan Jennifer Lawrence melarang keluarganya untuk menonton film 'mother!'.
- Tim WowKeren
- Jumat, 15 September 2017 - 19:42 WIB
WowKeren - Film terbaru Jennifer Lawrence, "mother!" telah tayang di bioskop sejak Kamis (14/9). Namun, Lawrence malah menyuruh keluarganya untuk tidak menonton film tersebut. Kenapa?
"Aku gugup, ketika aku melihatnya di Venice (Festival Film), aku menelpon keluargaku dan berkata, 'Kalian sebaiknya tidak datang ke New York (untuk menonton film ini), kalian tidak akan menyukainya," cerita Lawrence dalam wawancara bersama whimn, dilansir dari news.au. "Ini adalah sebuah film yang ketika berakhir, itu seperti kamu telah diperkosa."
Dalam wawancara lainnya, aktris pemenang Oscar ini berkesempatan menjelaskan pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut. "Itu mengambarkan pemerkosaan dan siksaan Ibu Pertiwi (Bumi). Ini bukan untuk semua orang. Ini film yang sulit ditonton," paparnya. "Tapi penting bagi orang untuk memahami alegori yang kita inginkan."
Merasa butuh menjelaskan lebih jauh, Lawrence mengatakan bahwa dirinya merepresentasikan Ibu Pertiwi di film "mother!". Sedangkan, Javier Bardem menggambarkan sosok Tuhan.
"Aku menggambarkan Ibu Pertiwi. Javier mereprentasikan Dewa, seorang pencipta. Michelle Pfeiffer adalah seorang Hawa, lalu Ed Harris sebagai Adam," jelasnya mengutip Express UK. "Dan latar (setting) terkadang mengingatkan Taman Eden.
Lawrence lantas memuji kecerdasan sang sutradara yang juga kekasihnya. "Bagi Darren (Aronofsky), mengambil tema alkitab dan menuangkan ke dalam sebuah narasi tentang sebuah rumah dan pasangan, aku anggap brilian," lanjut aktris berusia 27 tahun ini. "Aku belum pernah mendengar hal seperti itu."
Berbicara soal akting, aktris pemenang Oscar berusia 27 tahun ini mengakui bahwa ini adalah peran paling menantang yang pernah dia lakukan. Bahkan sampai membuat dirinya takut sendiri. "Kedua kalinya aku menontonnya, aku seperti, 'Kita pergi terlalu jauh, kita tidak bisa lakukan ini. Kita harus mengambil kembali film ini, ini terlalu berlebihan'," tutur Lawrence.
(wk/)