Lantas bagaimana kondisi kaki Inka Christie yang terlindas mobil?
- Tim WowKeren
- Sabtu, 02 Desember 2017 - 11:03 WIB
WowKeren - Penyanyi rock wanita asal Bandung Inka Christie mengalami insiden mengenaskan belum lama ini. Kaki kanan Inka diketahui terlindas ban mobil sehingga ia sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kecelakaan itu terjadi saat Inka berada di rest area tol Cipularang. Di tempat itu, Inka bersama rombongan krunya akan beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.
Saat turun dari mobil, penyanyi yang terkenal sejak tahun 1990-an itu disebut keluar paling akhir. Ketika mau menutup pintu, sang sopir langsung menjalankan mobil lantaran ia menduga seluruh penumpang sudah turun. Namun ternyata saat bergerak, ban mobil menggilas kaki sang rocker hingga membuatnya menjerit kesakitan.
"Kaki saya dalam posisi tergilas ban cukup lama," ujar Inka di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (1/12). "Bahkan sopir yang sudah memasang rem tangan bingung apakah mobil mau diteruskan maju atau mundur."
Usai tragedi itu, Inka langsung dibawa menuju ke IGD dan mendapatkan perawatan langsung dari dokter spesialis tulang. Menurut dokter, tidak ada tulang yang patah akibat kecelakaan itu. Kendati demikian, kaki wanita bernama lengkap Rinni Chries Hartono ini mengalami trauma otot sehingga membuat kakinya bengkak.
"Hasil pemeriksaan dokter tidak ada tulang yang patah," jelas Inka. "Tapi. ada trauma otot yang menyebabkan pembengkakan kaki."
Meskipun kakinya masih mengalami luka, sebagai artis profesional Inka tetap menjalani aktivitasnya untuk manggung. Pasalnya, Inka tengah terlibat kontrak show di beberapa lokasi.
Untuk mengatasi nyeri akibat luka dalam di kaki, Inka terpaksa harus mengonsumsi obat pereda sakit sebelum naik ke atas panggung. Sebelumnya, Inka menolak untuk diobati secara disuntik lantaran takut dengan jarum.
"Saya sempat tampil di beberapa daerah dan terakhir di Lombok dengan menonsumsi obat penahan rasa sakit yang bisa bertahan 12 jam," pungkas Inka. "Dokter menyarankan saya istirahat, tapi saya kukuh punya tanggung jawab kontrak. Akhirnya ngamen pake obat pereda sakit. Dokter juga sempat marah, atau bagaimana saya takut jarum suntik."
(wk/)