Demi Lovato luapkan kritikannya pada majalah Time karena Donald Trump. Seperti apa?
- Tim WowKeren
- Jumat, 08 Desember 2017 - 07:40 WIB
WowKeren - Majalah Time telah merilis daftar nama "Person of the Year" pada tahun ini. Sejumlah selebriti yang peduli terhadap kekerasan seksual pada wanita diberikan gelar tersebut seperti sosok Ashley Judd dan Taylor Swift.
Namun ada satu nama tokoh yang membuat Demi Lovato mengkritik majalah tersebut habis-habisan. Pada gelar "Person of the Year" ini, Presiden Donald Trump dipilih Time pada peringkat kedua.
Demi sendiri mengungkapkan kemarahan tersebut lewat akun Twitter pribadinya. Ia mengkritik sosok Trump tidak pantas diberikan gelar tersebut karena pernah terlibat kekerasan seksual sebelumnya.
Time mag highlights brave women coming forward against sexual assault on the cover but names a man with sexual assault allegations against him runner up to person of the year.. Really @TIME? #hypocrites
— Demi Lovato (@ddlovato) December 7, 2017
"Majalah Time menyoroti wanita yang berani melawan kekerasan seksual di covernya tapi memberi gelar pria dengan tuduhan kekerasan seksual sebagai runner up person of the year? Benarkah?" tulis Demi.
I’ve become less vocal about my distain for certain people over the past year because it only divides our country even more but this is worth speaking up about. @TIME mag - very disappointed in your hypocrisy and disrespect toward the women on your cover.
— Demi Lovato (@ddlovato) December 7, 2017
Belum puas dengan 1 cuitan, Demi membuat beberapa cuitan yang menunjukkan kritikannya kepada salah satu majalah terbesar di dunia tersebut. "Aku tak banyak bicara soal orang tertentu selama ini karena itu bisa makin memecah belah negara. Tapi yang ini pantas untuk dibicarakan. Sangat kecewa dengan kemunafikan dan tidak respek dengan wanita di cover majalahmu," lanjut Demi.
To be named POTY by @TIME it should be for doing something positive or brave LIKE the women on the cover. It’s annoying that it’s just about impact on the news.
— Demi Lovato (@ddlovato) December 7, 2017
Ia mengatakan bahwa gelar tersebut seharusnya dapat diberikan kepada sosok yang lebih pantas dengan slogan tahun ini yaitu "The Silence Breaker". "Gelar POTY harusnya diberikan kepada orang yang positif atau berani SEPERTI wanita dalam cover majalahmu. Menjengkelkan karena ini bisa berdampak di berita," komentar Demi.
Sementara itu majalah Time memberikan keterangan tentang Trump sebagai orang yang pantas mendapatkan gelar tersebut. "Satu yang harus diyakini: Cinta atau benci dengannya, Trump sudah mencuri perhatian seperti Presiden kita sebelumnya. Ini adalah tahun pertama kepresidenan Trump dan pertunjukkan Trump akan terus berlanjut," tulis Time.
(wk/)