Awalnya, si pria berkewarganegaraan Amerika ini ketahuan mencuri. Tapi ia menolak dituduh mencuri dengan alasan dia mengalami gangguan tidur. Gimana kelanjutan kisahnya? Yuk, intip...
- Tim WowKeren
- Selasa, 16 Januari 2018 - 16:46 WIB
WowKeren - Pernah denger istilah sleepwalking atau tidur sambil berjalan gak sih? Kalau kamu belum tahu, orang yang mengalami sleepwalking ini bakalan gak sadar sama apa yang dilakuinnya selama dia tidur.
Walaupun arti sleepwalking adalah tidur sambil berjalan, beberapa orang yang mengalaminya gak hanya berjalan aja lho. Mereka bisa melakukan hal-hal aneh di luar kebiasaan mereka. Beberapa malah kadang juga membahayakan orang lain, misalnya mereka bisa aja nyetir sambil tidur. Yang bener?
Seorang pria berkebangsaan Amerika baru saja ditangkap karena dituduh mencuri mobil di Chiang Mai. Setelah ditangkap dan diinterogasi polisi, si pria mengakui dirinya gak berniat mencuri. Dia cuma lagi mengalami sleepwalking.
Pemilik persewaan kendaraan menyebutkan bahwa pegawainya lalai dan tidak mencabut kunci mobil. Saat ingin mengecek tokonya di pagi hari, ia menyadari mobilnya telah raib. Kemudian si pemilik toko ini memanggil polisi untuk mencari kemana mobilnya dibawa pergi.
Polisi kemudian berhasil menangkap seorang pengemudi di persimpangan Sri Boonruang, setelah beberapa turis panik karena cara menyetirnya. Ditemukan dengan fender penyok, mobil ini dikendarai pria bernama Jared Goldston. Ia sempat ditahan selama dua jam. Jared dituduh mencuri mobil setelah mengendarainya sejauh lebih dari 30 kilometer melintasi Chiang Mai.
Goldston mengatakan bahwa dia tiba di Chiang Mai dua hari yang lalu dan telah merencanakan untuk melakukan perjalanan di Thailand sampai 11 Februari. Dia menyatakan bahwa dia tidak mencurinya. Dia hanya sedang "berjalan sambil tidur" saat membawa mobil tersebut.
Goldston mengaku kerap mengalaminya ketika stres. Ia bahkan tidak memiliki ingatan apapun saat mengemudi dan menabrak. Meski demikian, dia mau bila disuruh mengganti rugi.
Terkait hal ini, polisi masih menetapkannya sebagai tersangka. Kedutaan Besar Amerika juga telah dihubungi. Jika terbukti bersalah, Goldston bisa-bisa akan dipenjara sampai tiga tahun dan atau denda 6 ribu bath (Rp 2,5 juta).
Ini cuma salah satu contoh kasus sleepwalking. Kalau kamu baca beberapa berita tentang gejala ini, mereka yang sleepwalking juga ada yang melakukan pembunuhan. Lebih parah lagi, mereka sampai ceroboh membunuh dirinya sendiri. Ngeri ya?
(wk/)