Menakjubkan! Bakteri di Bekas Galian Bisa Mengubah Sisa Emas Menjadi Bongkahan Lagi
SerbaSerbi

Bakteri ini sekaligus mempercepat proses daur ulang di galian emas menjadi sangat singkat.

WowKeren - Selama ini banyak diketahui bahwa galian tambang emas yang terus menerus akan merusak ekosistem. Padahal kebutuhan emas kabarnya terus meningkat. Selain sebagai perhiasan, emas juga dibutuhkan untuk bahan baku alat-alat elektronik.

Kalau udah gini nih pasti ekosistem semakin terancam rusak. Lantas, kita harus gimana?

Syukur, salah seorang profesor yang ahli geologi, Profesor Frank Reith, di Australia berhasil menemukan solusinya. Ia telah menemukan bakteri di sebidang tanah di Queensland. Bakteri tersebut diklaim bisa mengubah bekas emas alami dan mengubahnya menjadi bongkahan emas.

"Bakteri ini bekerja menyaring mineral lain, seperti perak dan tembaga," ujar asisten peneliti. "Mereka akan membangun bongkahan kecil emas ini, sebiji demi sebiji, selapis demi selapis."

Penemuan tersebut, membuat Profesor Frank Reith berpikir bahwa perusahaan pertambangan dapat bertanggung jawab mengolah kembali bekas galian emas mereka. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memproses kembali sisa-sisa emas yang ada.


Di sisi lain, PBB sempat melaporkan bahwa pada tahun 2016, limbah elektronik di seluruh dunia dibuang. Padahal, limbah-limbah tersebut mengandung lebih dari Rp 1 triliun benda-benda yang bisa didaur ulang. Salah satunya adalah emas sebagai komponen pendukungnya.

Profesor Reith dan timnya sekarang sudah bergabung dengan perusahaan startup Selandia Baru, Mint Innovation, untuk mencari solusinya. Kedua tim tersebut rencananya akan meluncurkan teknik pemulihan limbah emas pada tahun 2019 secara komersial.

"Kami sedang berusaha membuat limbah elektronik menjadi bahan baku," ujar pegawai strategi utama, Ollie Crush. "Kami sedang meguji coba sebuah proses yang menggunakan mikroba sebagai metode untuk memurnikan logam mulia dari campuran logam lain yang terkandung dalam papan sirkuit lama."

Para peneliti ini juga mengungkapkan bahwa proses daur ulang emas ini nantinya hanya memakan waktu antara 17 sampai 58 tahun. Ini termasuk kategori sangat cepat. Mereka akan membuat proses tersebut lebih cepat lagi demi bisa diaplikasikan di dunia industri. Wah kalau beneran bisa gini, kira-kira emas masih mahal gak ya?

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait