Presiden stasiun TV KBS akhirnya diberhentikan berkat mogok kerja yang dilakukan para kru dan staf.
- Tim WowKeren
- Senin, 22 Januari 2018 - 20:20 WIB
WowKeren - Mogok kerja yang dilakukan oleh para kru dan staf stasiun TV KBS telah dimulai sejak 4 September 2017 lalu. Tuntutan para kru dan staf adalah untuk memberhentikan presiden KBS, Ko Dae Young.
Baru-baru ini, tuntutan tersebut telah disetujui oleh dewan direktur perusahaan penyiaran Korea Selatan. Gerakan ini pada awalnya diajukan pada 8 Januari melawan Ko Dae Young dengan tuduhan ketidakberpihakan jurnalistik dan gagal untuk menghormati pendapat karyawan.
Tuntutan ini dipresentasikan kepada 10 dari 11 anggota dewan yang menghadiri pertemuan tertutup pada Senin (22/1). Hasilnya, tuntutan tersebut disetujui oleh enam suara dan satu orang tidak memberikan suara. Pemecatan akhir dari presiden Ko Dae Young akan diputuskan oleh Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, yang memegang kekuasaan untuk menunjuk atau memecat presiden KBS.
Setelah pengumuman tersebut, pewakilan kantor pusat KBS dari Persatuan Pekerja Media merilis pernyataan. Mereka merasa perjuangan mereka akhirnya berbuah hasil setelah melakukan mogok kerja selama 141 hari.
"Kami menang. Kami melakukan 141 hari mogok kerja, dan Ko Dae Young akhirnya keluar," ujar pihak pekerja KBS. "Walaupun perjuangan kami membutuhkan 70 hari lebih lama daripada para rekan kami di stasiun TV MBC, yang memulai mogok kerja di hari yang sama dengan kami, apa yang terpenting adalah kami bisa membuat ini terjadi dengan usaha kami sendiri. KBS sekarang berdiri di garis depan awal baru."
Selain itu, pihak pekerja juga merasa telah menghilangkan penghalang besar KBS menjadi stasiun penyiaran milik masyarakat. Mereka berjanji akan menciptakan KBS yang bisa dekat dengan kehidupan dan mencerminkan pendapat serta ide masyarakat.
"Kami tidak hanya menghilangkan penghalang terbesar yang berdiri di jalan KBS menjadi perusahaan penyiaran milik masyarakat," lanjut pihak pekerja KBS. "Tujuan kami tidak hanya membuat KBS seperti 10 tahun lalu, tujuan kami adalah untuk mengakhiri sejarah memalukan perusahan penyiaran dalam hal perbudakan dan ketundukan terhadap penguasa. Kami akan menciptakan KBS yang menyentuh kehidupan masyarakat dan mencerminkan opini serta ide mereka."
Sebelumnya, selama masa mogok kerja, berbagai acara di KBS berhenti syuting untuk episode baru dan hanya menayangkan episode-episode lama. Rencananya, para kru dan staf yang berpartisipasi dalam mogok kerja akan kembali bekerja pada Rabu (24/1).
(wk/)