ISIS Akui Jadi Dalang Ledakan dan Serangan Gedung di Afganistan
Dunia

Kasus serangan pada orang asing sebelumnya juga dilakukan oleh militan Taliban di sebuah hotel.

WowKeren - Ledakan dan serangan yang menimpa gedung bantuan asing "Save The Children" di Afghanistan pada Rabu (24/1) pagi hari ini mengakibatkan banyak korban. Setidaknya ada dua orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.

Keempat penyerang dilaporkan berpakaian seperti polisi. Mereka datang dan menembakkan granat dari sebuah mobil di luar gedung amal dari Inggris tersebut. Setelah itu, mereka sempat bentrok dengan pasukan keamanan di sana selama tiga jam. Asap hitam terlihat dari sebuah kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

Kelompok teroris ISIS mengakui menjadi dalang di balik aksi penyerangan gedung bantuan asing yang sudah ada di Afghanistan sejak tahun 1976 itu. Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menimbulkan kekacauan di kota Jalalabad tersebut.


Perwakilan dari ISIS mengungkap bahwa mereka memang menargetkan yayasan-yayasan Inggris dan Swedia. Selain itu, mereka juga berencana menyerang lembaga pemerintahan Afghanistan yang ada di kota Jalalabad.

"Operasi pencari kesyahidan dengan kendaraan yang mengandung bahan peledak dan regu penyerang sedang menargetkan yayasan Inggris dan Swedia," ujar perwakilan ISIS. "Kami juga menyerang lembaga pemerintahan Afghanistan yang ada di kota Jalalabad."

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah sebelumnya juga terjadi sebuah serangan yang dilakukan militan Taliban di Hotel Antar Benua di Ibu Kota Kabul. Serangan oleh militan Taliban ini menewaskan sedikitnya 20 orang, 13 diantaranya adalah orang asing.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!