Tersandung Kasus Korupsi, Kekayaan Zumi Zola Jadi Sorotan
Selebriti

Sejumlah netter pro dan kontra usai melihat kekayaan Zumi Zola berikut ini...

WowKeren - Semenjak menjabat sebagai kepala daerah, Zumi Zola sering mendapat pujian dari publik. Pasalnya Zumi sering tampil sederhana dan merakyat selama menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur dan Gubernur Jambi. Tapi baru-baru ini Zumi mengecewakan publik usai tersandung kasus korupsi.

Zumi diduga terlibat kasus dugaan suap terkait pembahasan dan pengesahan APBD Provinsi Jambi 2018 sebesar Rp 4,5 triliun. Atas kasus ini, Zumi sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan disebut-sebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.


Sejak diberitakan terlibat kasus korupsi, kekayaan Zumi pun menjadi sorotan di media sosial. akun @igtainment membagikan artikel yang berisi rincian harta mantan kekasih Ayu Dewi sejak tahun 2010. Dimana Zumi disebutkan memiliki kekayaan sebesar Rp 3,28 miliar di tahun 2010.

Kemudian di tahun 2015, kekayaan Zumi bertambah sekitar Rp 200 juta menjadi Rp 3,5 miliar. Zumi juga memiliki giro dan setara kas lainnya senilai Rp 1,85 miliar pada tahun 2015. Nilai ini naik selama lima tahun, dari tahun 2010 yang hanya sebesar Rp 509,2 miliar.

Berbagai komentar pun diberikan oleh netter usai melihat harta kekayaan Zumi ini. Tak sedikit netter yang menganggap jumlah kekayaan Zumi ini wajar mengingat dirinya yang kini menjabat sebagai kepala daerah.

"Wkt kampanye mah keluar duit banyak jg wajar sih keknya," kata netter. "alo naiknya 2T baru percaya ini si wajar . Banyak kali bisnisnya," seru yang lain. "Masih wajar utk seorang gubernur kalau segitumah ga terlalu wahh," celetuk lainnya.

Tapi pendapat berbeda disampaikan oleh netter lain perihal kekayaan Zumi ini. "Pada komen disini naik segitu wajar. Iya wajar, tapi cara naiknya wajar ga? Apakah melalui cara2 melawan hukum kayak menyuap? Terus merugikan keuangan negara ga?" kata netter. "Inget di pasal korupsi unsurnya adalah 1. Penyelanggara negara 2. Perbuatan melawan hukum 3. Memperkaya diri sendiri 4. Menimbulkan kerugian negara. Tidak menyebutkan wajar ga wajar," sambung lainnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...