Kena 'Kartu Kuning' Mahasiswa, Presiden Jokowi Ingin Ajak BEM UI ke Papua
Nasional

Wakil ketua BEM UI pun angkat bicara soal ajakan Presiden Jokowi tersebut.

WowKeren - Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia pada Jumat (2/2) kemarin rupanya menuai banyak cerita. Pasalnya, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI yang bernama Zaadit Taqwa tiba-tiba maju dan mengacungkan sebuah benda mirip buku yang berwarna kuning. "Kartu kuning" Zaadit pun langsung membuat heboh para hadirin.

Zaadit saat itu rupanya mengkritik pemerintahan Jokowi. Mulai dari gizi buruk dan wabah penyakit di Asmat, Papua, hingga wacana draf peraturan baru organisasi mahasiswa yang dinilai membatasi para mahasiswa.

Menanggapi hal itu, Jokowi pun angkat bicara. Ia mengaku berharap agar para pengurus BEM UI datang ke Asmat langsung untuk mengetahui medan.

"Mungkin nanti ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI ya," kata Jokowi kepada Antara dilansir Kompas pada Senin (5/2). "Biar lihat dapat bagaimana medan yang ada di sana kemudian problem-problem besar yang kita hadapi di daerah-daerah terutama Papua."


Soal tindakan Zaadit, Jokowi tidak mempermasalahkannya. Ia malah merasa bersyukur ada mengingatkan dirinya.

"Ya yang namanya aktivis muda ya namanya mahasiswa dinamika seperti itu biasalah," lanjut Jokowi. "Saya kira ada yang mengingatkan itu bagus sekali."

Sementara itu, BEM UI baru-baru ini langsung menggalang donasi untuk warga Asmat. Menurut Wakil Ketua BEM UI, Eto Idmand Perdina, pihak mereka memang akan berencana melakukan hal konkret di Papua.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!