Inilah curhatan putri mendiang Dodi Triono usai mengetahui rumahnya menjadi tantangan uji nyali di 'Intens'.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Maret 2018 - 15:32 WIB
WowKeren - Masih ingat dengan tragedi yang menimpa keluarga di sebuah rumah kawasan Pulomas, Jakarta Timur pada Desember 2016 lalu? Perampokan dan pembunuhan yang menewaskan enam orang itu terasa begitu memilukan.
Tak disangka-sangka, rumah tersebut justru baru saja menjadi tempat tantangan uji nyali oleh program acara "Intens" RCTI. "Tantangan di malam Jumat @intensindigo buat melihat dan merasakan apa yg terjadi di rmh almarhum pak Dodi korban perampokan dan pembunuhan sadis yg mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia? #pembunuhuan #perampokan #sadis #rcti," tulis seorang netizen yang diduga adalah Barbie Kumalasari.
Dipilihnya rumah tragedi Pulomas menjadi tempat uji nyali membuat salah satu korban selamat, Zanette Kalila, putri mendiang Dodi Triono angkat suara. Melalui Instagramnya, ia mencurahkan isi hati tentang seluruh kenangan yang ia rasakan terhadap rumah itu.
"Rumah ini bukan tempat yang menyeramkan seperti kalian saksikan dan bukan tempat 'rekreasi' yang kalian bisa kunjungi setiap saat, tempat ini merupakan di mana saya mendapatkan rasa nyaman dan kehangatan yang tidak pernah ada habisnya," tulis Anet. "Saya hanya ingin teman2 tahu, bahwa keluarga saya berpulang ke pangkuan Allah dengan tenang," sambungnya.
"Dan saya yakin, mereka tidak ingin menjadi kenangan yang menakutkan, melainkan kenangan indah yang didoakan," lanjut Anet. "Jadi, mohon sekiranya teman2 untuk tidak berprasangka buruk terhadap rumah tersebut dan tidak mempercayai berita2 hoac yang tersebar di internet untuk menghargai mendiang keluarga saya. Terima kasih. Salam, Anet dan keluarga."
Sontak saja netter memberikan beragam reaksi atas hal ini. "Sakit hati banget pasti anak korban," komentar frista***khanza. "Kok msh ada sih acara2 pembodohan kaya gini. Acara2 yg ngga perlu dibuat. Please, empathy & respect sm keluarga yg ditinggalkan," tambah din***mc. "Ini krunya pada ga punya empati ya sampe sebegitu teganya," komentar lr**co.
Sementara itu, tak sedikit netter yang berharap agar Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) memberikan teguran kepada "Intens" dan RCTI. "Semoga ditegur KPI, klo terjadi sm kluarga nya aja,,,baru tau rasa...ga mikir," ujar ilka***ya92. "@kpipusat seperti inikah acara" tv ??? Dmn nurani kalian," komentar alif***deer.
(wk/)