Bos Sony Pictures, Tom Rothman menyebutkan bahwa sekuel 'Jumanji: Welcome to Jungle' bakal rilis pada Desember 2019 mendatang.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 April 2018 - 14:31 WIB
WowKeren - Kesuksesan "Jumanji: Welcome to the Jungle" memang tidak diragukan lagi sejak dirilis perdana pada 20 Desember 2017 lalu. Menilik hal tersebut, tentunya tak mengherankan jika Sony Pictures memutuskan untuk segera menggarap sekuelnya, bahkan sudah menentukan tanggal rilis.
Dilansir Deadline pada Rabu (25/4), kabar ini diumumkan langsung oleh bos Sony Pictures, Tom Rothman dalam acara CinemaCon. Tom menyebut bahwa rumah produksi tersebut bakal merilis sekuel "Jumanji: Welcome to the Jungle" pada Desember 2019 mendatang. "Jangan berikan semua layar kalian kepada Star Wars," ujar Tom dengan sedikit bercanda.
Guyonan yang dilontarkan Tom tersebut bukanlah tanpa alasan. Pasalnya, pada Desember 2019 nanti ada sejumlah film populer yang dijadwalkan rilis. Sebut saja "Masters of the Universe", "Star Wars: Episode IX" dan "Superintelligence".
Di sisi lain, "Jumanji: Welcome to the Jungle" sendiri tercatat mendapat lebih dari USD 956 juta (sekitar Rp 13 triliun) secara global. Film yang dibintangi Dwayne Johnson tersebut bahkan melampaui Wonder Woman", "Justice League" serta "Logan". Dengan pencapaian ini, "Jumanji: Welcome to the Jungle" menjadi film pertama garapan Sony Pictures yang mampu melampaui film DC dalam sejarah.
Sementara itu, Dwayne Johnson, Kevin Hart, Jack Black dan Karen Gillan dipastikan akan mengulangi perannya dalam sekuel ini. Sedangkan Jake Kasdan yang mengarahkan "Jumanji: Welcome to the Jungle" masih belum dapat dipastikan kembali duduk di kursi sutradara atau tidak. Hal ini dikarenakan detail film masih dirahasiakan.
"Jumanji: Welcome to the Jungle" merupakan film yang diadaptasi dari buku karya Chris Van Allsburg. Film pertama yang mengadaptasikan cerita tersebut rilis pada 1995 dengan judul "Jumanji" yang dibintangi oleh mendiang Robin Williams dan Kristen Dunst. Film itu sukses dengan meraih USD 260 juta (sekitar Rp 3,6 triliun) secara global.
(wk/)