Kima, hewan langka yang dilindungi, dimakan oleh host program 'Para Petualang Cantik' hingga menuai reaksi keras dari netter.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 April 2018 - 14:35 WIB
WowKeren - Program acara "Para Petualang Cantik" mendapat kecaman dari netter di media sosial. Penyebabnya adalah tayangan pada Minggu (22/4) menampilkan dua hostnya mengonsumsi kima atau kerang besar di Kepulauan Derawan, Kabupaten, Berau, Kalimantan Timur.
Kima merupakan hewan langka yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan dan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Munculnya adegan memakan kima sontak saja mengundang reaksi keras dari aktivis perlindungan satwa.
"Itu program tidak mendidik," ujar Mariso Gurciano selaku aktivis perlindungan satwa sekaligus pendiri Indonesia Animal Welfare Society, Senin (23/4) dilansir Tirto. "Tidak paham dan mengerti tentang persoalan kesejahteraan satwa dan upaya perlindungan satwa langka," tambahnya.
Sementara itu, netter di media sosial Twitter juga mengunggah salah satu adegan saat kima dimasak oleh masyarakat sekitar. "Bu @susipudjiastuti bukankah kima jenis termasuk yg dilindungi? kenapa ada tayangan memasak kima di trans7 skrg.. apakah jenis yg dimasak dlm acr teraebut tmsk yg tdk dilindungi? maaf jk saya salah," tulis akun @riefs09.
bu @susipudjiastuti bukankah kima jenis termasuk yg dilindungi? kenapa ada tayangan memasak kima di trans7 skrg.. apakah jenis yg dimasak dlm acr teraebut tmsk yg tdk dilindungi? maaf jk saya salah pic.twitter.com/Q376GJoviU
— riefs09 (@riefs09) April 22, 2018
Pihak Trans7 diketahui telah memberi klarifikasi dan memohon maaf atas kesalahan salah satu program acaranya. Pihaknya berdalih memuat penjelasan tentang masyarakat yang masih memelihara kima sebagai hewan langka.
"Mohon maaf sebelumnya untuk kontroversi pembuatan makanan dari Kima. Jika teman-teman menonton dan memperhatikan, ada penjelasan dari narsum tentang bagaimana masyarakat Derawan tetap memelihara Kima," tulis Trans7 melalui akun @parapetualangcantikt7 di Instagram. "Terimakasih untuk masukan, saran, dan kritik untuk kami. Kami akan riset dan survei lebih mendalam mengenai item-item yang kami jalani," bunyi penjelasan dalam akun Instagram program itu".
(wk/)