Selain infeksi dan bakteri yang menumpuk, ada satu hal 'mengerikan' yang bisa terjadi pada tubuh sebagai akibatnya.
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 05 Oktober 2018 - 16:04 WIB
WowKeren - Apa yang kamu lakukan jika sedang asyik nonton film atau melakukan hal menarik lainnya, tapi malah ingin buang air kecil? Jangan-jangan kamu malah memilih untuk menahannya lebih lama sampai kegiatanmu selesai. Hati-hati, lho karena serangkaian akibat buruk bisa terjadi pada tubuhmu.
Kandung kemih orang dewasa bisa menampung hingga setengah liter air seni sebelum harus dikeluarkan. Tubuh juga memiliki reseptor kecil yang akan mengirimkan pesan kepada otak ketika kandung kemih sudah mencapai kapasitas maksimalnya.
Untungnya, sebagian besar dari kita bisa mengontrol sepenuhnya kapan kita akan mengeluarkan air seni dari kandung kemih saat menerima pesan dari otak. Antara segera mengeluarkannya atau tetap bertahan karena malas atau berhalangan ke kamar mandi.
Akan tetapi, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh jika kita lama menahan kencing? Dilansir dari ScienceAlert, jika kamu memutuskan untuk menunda buang air kecil, kandung kemih akan segera menutup rapat untuk menahan air seni agar tidak keluar.
Akan tetapi, jika kebiasaan menahan kencing terlalu lama ini dibiarkan, kamu bisa terserang beberapa risiko berbahaya. Salah satunya adalah risiko terserang infeksi parah.
Terus-terusan menahan kencing juga bisa melemahkan otot-otot kandung kemihmu. Hal itu akan menyebabkan retensi urin, yakni kondisi menakutkan yang membuatmu tidak bisa sepenuhnya mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil.
Menahan urin terlalu lama dan dalam jumlah besar juga akan membuat tubuh rentan terkena bakteri. Jika bakteri tersebut dibiarkan berkembang biak, bukan tak mungkin kamu akan terserang infeksi saluran kemih atau infeksi kandung kemih.
Masih terdengar biasa saja? Ada satu kisah mengerikan soal akibat menahan kencing terlalu lama ini, lho. Seorang astronom pada abad ke-16, Tyco Brahe, diketahui meninggal dunia karena menahan kencing. Ia dilaporkan menolak meninggalkan perjamuan karena menurutnya hal itu merupakan etika buruk. Akibatnya, Tyco Brahe juga menahan kencingnya.
Setelah pulang ke rumah, ia malah mendapati dirinya tak bisa kencing sama sekali. Tyco kemudian meninggal dunia setelah seluruh kandung kemihnya pecah. Mengerikan bukan?
Kandung kemih mungkin saja tidak lantas pecah jika menampung jumlah urin berlebihan dengan jangka waktu yang lama. Berbagai hal lain seperti sudah adanya kendala atau mungkin dinding kandung kemih yang robek bisa menjadi penyebabnya. Kendati demikian, menahan kencing yang lama bukan hal yang baik untuk kamu lakukan terus menerus, ya.
(wk/silm)