Diet keto memang tengah populer karena dapat menurunkan berat badan dengan cepat. Namun, tahukah kalian soal bahaya yang mengintai?
- Nur Islamiyah
- Senin, 29 Oktober 2018 - 16:51 WIB
WowKeren - Diet keto merupakan salah satu metode untuk menurunkan berat badan yang populer hingga saat ini. Diet keto tergolong diet yang cukup ekstrem dan dapat menurunkan berat badan secara singkat.
Memangnya apa sih diet keto itu? Diet keto menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Normalnya, manusia mengonsumsi lemak sekitar 20-30%, namun diet keto menganjurkan asupan lemak hingga 60-70%.
Nah, dengan mengurangi karbohidrat dan meningkatkan lemak, tubuh kita akan mengalami ketosis. Kondisi dimana energi diperoleh dari pemecahan lemak karena asupan karbohidrat yang rendah tidak mampu mencukupi kebutuhan. Asupan lemak yang masuk ke dalam tubuh juga harus diperhatikan, ya.
Perlu kalian ketahui bahwa diet keto sebenarnya ditujukan untuk orang yang memiliki gangguan epilepsi. Orang dengan masalah tersebut kesulitan untuk mencerna karbohidrat di dalam tubuh, sehingga sangat dibatasi asupannya.
Para ahli pun, tidak menyarankan penggunaan diet ini dalam jangka waktu yang lama karena sejatinya karbohidrat sangat diperlukan oleh tubuh. Berikut 9 bahaya dari menjalani diet keto. Simak selengkapnya di bawah ini.
(wk/nris)1. Badan Tidak Fit dan Merasa Selalu Lelah
Saat minggu awal menjalani diet keto, tubuh akan mengalami serangkaian efek samping yang disebut keto flu. Jennifer M. Brown, R.D., seorang staf pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Promosi Kesehatan Universitas Arizona menyebutkan bahwa keto flu dapat berupa kelelahan, pusing, pilek, mual dan susah tidur. Hal itu tentunya akan membuat tubuh tidak fit.
Kondisi ini adalah akibat tubuh beradaptasi akibat kehilangan sumber energi utama. Otak juga tidak berfungsi dengan baik karena tidak mendapatkan makanannya yakni gula. Maka, diet ini akan menimbulkan sakit kepala, rasa lelah dan badan terasa tidak enak.
2. Kinerja Otak Menurun Akibat Diet Keto
Ketika menjalani diet keto, kalian akan mengurangi asupan karbohidrat. Padahal karbohidrat merupakan asupan yang bisa langsung dialirkan ke otak sebagai sumber energi. Efeknya kinerja otak jadi melambat karena kekurangan aliran nutrisi.
Hal ini juga berlaku pada anak-anak penderita epilepsi yang menjalani diet keto. Bahkan dalam jangka panjang, diet ini dapat membuat kepadatan tulang rendah, dan pertumbuhan yang lebih lambat serta beresiko mengurangi daya imun.
3. Diet Keto Menyebabkan Napas Menjadi Bau
Efek samping dari diet keto lainnya adalah bau mulut. Saat menjalani diet keto, tubuh mengolah keton meningkatkan aseton dalam darah, keringat, urine dan juga napas. Nah, napas kalian bakal berbau tidak enak karena hal ini. Aseton sendiri merupakan zat yang dihasilkan dari metabolisme lemak.
4. Gangguan Pencernaan, Salah Satunya Sulit BAB
Orang yang menjalani diet ini biasanya akan mengalami kontipasi atau kesulitan buang air besar lantaran asupan serat dan nutrisi lainnya tidak tercukupi. Seperti diketahui, serat dan air merupakan asupan penting untuk memperlancar pencernaan. Selain itu, perut kembung, sering buang gas bahkan diare juga dapat terjadi saat menjalani diet keto.
5. Kadar Gula Menurun dan Akibatkan Berbagai Penyakit
Diet keto akan menyebabkan kadar gula dalam darah menurun karena kurangnya asupan karbohidrat. Penurunan gula darah ini tentunya baik bagi penderita diabetes. Namun, dalam jangka panjang akan membuat keasaman darah naik hingga merusak organ vital.
Selain itu, gula darah yang berada di bawah batas normal akan menimbulkan gejala hipolikemia. Penyakit ini dapat menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi, cepat lelah, detak jantung tidak normal, gangguan tidur hingga mengalami sindrom kecemasan.
6. Berat Badan Menurun Drastis Namun Cepat Naik Juga
Diet keto dapat populer karena terbukti dapat menurunkan berat badan secara cepat. Hal ini terjadi karena karbohidrat yang menjadi sumber energi utama berkurang dan berat tubuh juga akan menurun drastis.
Namun, tahukah kalian bahwa diet keto juga akan menimbulkan efek yoyo yakni kenaikan berat badan secara cepat setelah menurun drastis? Efek yoyo timbul karena tubuh terbiasa memiliki cadangan lemak yang banyak. Sehingga saat kalian berhenti melakukan diet keto yang otomatis menurunkan kembali asupan lemak, tubuh akan merasa membutuhkannya lebih banyak. Hal ini menyebabkan otak memberikan sinyal untuk makan lebih banyak saat berat badan sudah turun.
7. Penyakit Ginjal Dapat Semakin Parah
Menjalani diet keto tak semata-mata mengurangi karbohidrat. Kalian akan menggantinya dengan protein dan lemak. Nah protein ini dapat memperberat kerja ginjal yang akhirnya memperparah kondisi sakit ginjal. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa diet tinggi protein membuat batu ginjal semakin buruk.
8. Organ Vital Bisa Rusak Karena Diet Keto
Pada 2003, sebuah artikel yang diterbitkan dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, mencatat diet rendah karbohidrat dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal. Selain itu, resiko osteoporosis, detak jantung tak normal, kelainan lipid juga dapat menyerang akibat diet tersebut.
9. Diet Keto Bisa Saja Sebabkan Kematian
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 15.400 orang Amerika selama rentang waktu 25 tahun untuk melihat efek panjang konsumsi karbohidrat. Hasilnya menunjukkan, mereka yang mengonsumsi karbohidrat mampu hidup empat tahun lebih lama daripada mereka yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat.
Selain itu, mereka yang menghindari karbohidrat biasanya mengonsumsi daging lebih banyak. Inilah yang menyebabkan peningkatan risiko kanker dan kematian dini. Diet keto yang tidak tepat pada penderita diabetes usia di bawah 24 tahun bisa menyebabkan kematian.