Jung Joon Young Reset Ponsel, Diduga Hapus Bukti Sebelum Diserahkan ke Polisi
Selebriti

TV Chosun melaporkan bahwa Jung Joon Young berusaha menghancurkan barang bukti.

WowKeren - Pengadilan Pusat Distrik Seoul mengeluarkan surat penahanan untuk Jung Joon Young terkait kasus perekaman dan penyebaran video seks secara ilegal. Surat penahanan dikeluarkan setelah penyanyi kelahiran 1989 itu menjalani interogasi pada Kamis (21/3).

Sebelumnya, Jung Joon Young dibawa untuk diinterogasi oleh polisi pada 14 Maret. Ia menyerahkan ponselnya, termasuk apa yang disebut-sebut sebagai "golden phone", ponsel yang diduga berisi bukti seperti rekaman video seks ilegal.


Setelah menyelesaikan penyelidikan pertama, Jung Joon Young memberi pernyataan pada di hadapan pers. "Aku merasa sangat menyesal. Aku menjawab dengan tekun dan jujur. Aku juga menyerahkan 'golden phone' apa adanya dan mengatakan semuanya dengan jujur. Aku sangat menyesal telah menyebabkan masalah," ungkapnya.

Menurut laporan TV Chosun, polisi mengatakan bahwa selama analisis dari tiga ponsel yang diajukan Jung Joon Young, mereka menemukan bahwa ia berusaha untuk menghancurkan bukti. "Golden phone" memang diserahkan sebagaimana adanya. Begitu pula dengan ponsel yang telah ia gunakan hingga saat ini.

Namun ponsel lain rupanya telah diatur ulang ke pengaturan awal seperti ponsel baru, dan semua data telah dihapus. Polisi mengatakan tidak dapat mengembalikan data di salah satu ponsel Jung Joon Young.

Saat pengadilan mengumumkan penangkapan Jung Joon Young pada 21 Maret malam, dinyatakan bahwa salah satu alasannya adalah kekhawatiran tentang penghancuran bukti mempertimbangkan kondisi dan isi bukti fisik utama.

Jung Joon Young juga dituduh menggunakan koneksi dengan polisi untuk menyingkirkan bukti kunci untuk kasusnya 2016 melawan mantan pacar. Saat ini, polisi mencari waktu dan alasan Jung Joon Young me-reset ponselnya.

Sementara itu, Jung Joon Young menunjuk mantan jaksa tinggi yang ahli dalam penyelidikan keamanan publik sebagai pengacaranya. Ada yang khawatir tentang kemungkinan pengacara Jung Joon Young menggunakan koneksinya. Posisinya sebagai mantan jaksa tinggi dikhawatirkan dapat mempengaruhi kejaksaan ketika kasus tersebut ditransfer dari polisi ke kejaksaan.

You can share this post!

Related Posts
Loading...