Seorang wanita mengungkapkan pengalaman anehnya di Burning Sun.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Kamis, 28 Maret 2019 - 11:26 WIB
WowKeren - "8 O’Clock News" yang disiarkan SBS telah melaporkan contoh lain dari dugaan hubungan kolusi antara Burning Sun dengan polisi. Pada siaran Rabu (27/3) kemarin, seorang sumber, Kim, berbicara kepada SBS tentang kemungkinan ia dibius di Burning Sun dan dituduh sebagai penyerang oleh Kantor Polisi Gangnam.
Menurut SBS, Ms. Kim bersaksi bahwa setelah mengunjungi Burning Sun pada bulan Desember, ia tampaknya telah dibius oleh seseorang. Dia mengungkapkan bahwa segera setelah masuk ke kelab, dia diberi segelas sampanye oleh seorang pria Tiongkok. "Setelah minum segelas sampanye, aku membuka mata dan berada di kantor polisi. Batas minumku satu atau dua botol, jadi ada yang aneh," ungkapnya.
Di kantor polisi, Kim diberi tahu bahwa ia telah ditangkap karena menyerang klub MD (promotor) di Burning Sun. "Aku tidak ingat apa-apa, dan polisi terus mengatakan bahwa ada rekaman CCTV saat aku mendorong orang. Aku berlutut dan memohon di depan korban (klub MD), tapi dia terus mengatakan itu tidak ada gunanya," kata Kim.
Kim curiga bahwa dia telah mengalami pelecehan seksual karena kondisi fisiknya berbeda dari biasanya, tapi dia tidak menjalani perawatan rumah sakit yang tepat karena merasa sedih. Menurut Ms. Kim, seluruh tubuhnya telah dipenuhi memar. "Kau tahu kapan kau dicengkeram seseorang dengan sangat kuat, dan kau memar-memar? Yang bulat. Yang paling aku sesali adalah tidak pergi ke rumah sakit hari itu," ujarnya.
Ayah Ms. Kim, yang terkejut dengan berita bahwa putrinya tiba-tiba menjadi seorang penyerang, juga mengungkapkan, "Aku bertanya kepada (promotor klub) apakah dia mencengkeram kerah putriku meski hanya sekali saja, tapi si MD mengatakan dengan wajah yang lurus bahwa Burning Sun adalah kelab tempat kau dipecat walaupun tanganmu hanya sesaat menyentuh kerah tamumu," kata ayah Kim.
Kim meminta tes narkoba dari polisi karena dia tidak dapat mengingat apapun walaupun minum jauh lebih sedikit dari biasanya, tapi petugas kepolisian yang bertugas berkata, "Ini bukan. Ini aneh". Dia kemudian mengambil alat tes narkoba dan membuangnya. Kim akhirnya membayar denda 1 juta won (sekitar Rp 12,5 juta) setelah polisi menyatakan ada bukti nyata bahwa ia adalah pelaku kekerasan, dan ia tidak dapat menanyai mereka.
Ayah Kim lebih lanjut bersaksi bahwa ia hanya diberitahu oleh polisi, "Bahkan jika seseorang memang menggunakan obat-obatan seperti Gamma-Hydroxybutyrate (GHB) atau methamphetamine, tidak mungkin untuk menangkap mereka." Gamma-Hydroxybutyrate (GHB) adalah obat yang diduga sebagai obat. digunakan untuk memperkosa wanita.
Ketika SBS kemudian menanyai polisi yang bertanggung jawab tentang hal ini, dia menyatakan, "Saat aku mengatakan itu aneh, aku bicara tentang alat tes narkoba." Polisi itu juga menjelaskan bahwa Kim telah melakukan tes narkoba yang hasilnya setelah dia melanjutkan penyelidikan dengan peralatan tes narkoba yang berbeda. Meskipun SBS mencoba untuk mencari dokumen yang mengkonfirmasi pernyataannya, laporan investigasi hanya menyatakan bahwa rekaman CCTV dari Burning Sun telah dihapus, dan SBS tidak dapat menemukan menyebutkan pengujian obat dari kasus ini. Kim sejak itu menuntut penyelidikan ulang kasus ini dan telah menuntut empat petugas polisi karena melalaikan tugas.
(wk/dewi)