Han Ah Reum, kepala departemen bisnis di V Live, mengatakan BTS memiliki strategi platform media sosial yang jelas. Ia juga menjelaskan alasan grup tersebut betah menggunakan V Live.
- Chusnul Chotimah
- Selasa, 16 April 2019 - 14:34 WIB
WowKeren - Kesuksesan BTS (Bangtan Boys) secara domestik dan global sering diklaim gara-gara media sosial. Big Hit Entertainment disebut memanfaatkan platform media sosial untuk mendekatkan hubungan grup besutannya dengan para penggemar. Akibatnya, penggemar memiliki keterikatan emosi sehingga membuat mereka mendukung sepenuh hati.
V Live, salah satu dari tiga platform "penting" untuk penggemar K-pop bersama Twitter dan YouTube, dimanfaatkan BTS untuk berkomunikasi dengan ARMY (sebutan fans mereka). BTS memiliki lebih dari 13,4 juta pengikut di V Live. Siaran yang baru-baru ini diadakan Jungkook mampu mengumpulkan lebih dari 5 juta penonton.
Han Ah Reum, kepala departemen bisnis di V Live, mengatakan streaming langsung berkualitas adalah kekuatan terbesar platform Korea Selatan. BTS mampu memanfaatkannya dengan baik.
"Agensi hiburan yang telah merasakan streaming langsung di berbagai platform mengatakan bahwa teknologi kami (V Live) adalah yang terbaik dalam hal kualitas tampilan serta seberapa cepat pelanggan diberi notifikasi, dan menayangkan streaming dengan lancar dan halus," ungkapnya pada Kpop Herald.
Menurut Han Ah Reum, V Live cukup populer di Amerika Serikat. Lebih dari 80 persen pengguna V Live di dunia adalah wanita, dan sebagian besar lebih muda dari 24 tahun. Ada lebih dari 1.000 saluran, lebih dari setengahnya adalah saluran K-pop, tapi masing-masing dijalankan secara berbeda.
"Misalnya, BTS memiliki strategi platform yang jelas. Mereka membuat konten khusus Twitter untuk Twitter, begitu juga untuk YouTube, sementara (variety show) 'Run BTS' diunggah secara eksklusif di V Live," tutur Han Ah Reum.
Ia menjelaskan bahwa strategi ini membuat BTS mengunci pengguna di setiap platform dan telah menginspirasi bintang lain untuk mengikutinya. Demografi masing-masing komunitas fandom juga berbeda. Black Pink, Monsta X dan GOT7 lebih populer di luar negeri. Namun BTS masih memiliki jumlah pengikut terbesar di Korea meski kehadiran mereka secara global juga kuat.
Han Ah Reum kemudian menjelaskan alasan BTS masih betah menggunakan V Live meski Twitter kini lebih fokus pada K-Pop. "Banyak orang mungkin memiliki pertanyaan yang sama tapi aku tidak melihat alasan bagus jika BTS menghilangkan 13 juta penggemar dan semua data sejak 2015 di saluran (V Live) mereka, mengingat semua itu adalah aset mereka. Ini adalah salah satu ruang mereka di mana mereka dapat menjangkau penggemar global ketika mereka melakukan comeback, misalnya," jelasnya.
"Kami lebih unggul daripada platform global sehingga kami sebagai bisnis Korea dapat berkomunikasi jauh lebih cepat dengan agensi hiburan. Kami adalah mitra bisnis, dan saya pikir kami telah membangun kepercayaan dalam hal ini," tutup Han Ah Reum.
(wk/chus)