Drama Song Joong Ki Dituduh Memperbudak Staf, Perusahaan Produksi Beri 'Pembelaan'
TV

Belum lama ini, drama baru Song Joong Ki dan Kim Ji Won dituding telah memperbudak staf. Dan pada Rabu (17/4), perwakilan Studio Dragon selaku perusahaan produksi kembali merilis pernyataan resminya terkait hal ini.

WowKeren - Song Joong Ki dan Kim Ji Won akan melakukan comeback melalui drama baru tvN yang berjudul "Arthdal Chronicles". Namun belum lama ini, drama tersebut tersandung dalam sebuah kontroversi. Pasalnya, perusahaan produksi drama ini dituding gagal memberikan lingkungan kerja yang memadai bagi anggota stafnya.

Hal ini pertama kali diungkapkan ke media oleh Hanbit Center dan departemen penyiaran dari Hope Solidarity Labor Union. Mereka mengklaim jika para staf drama ini bekerja dalam waktu yang lama bahkan bisa mencapai 20 jam sehari ketika sedang syuting di luar negeri.


Sebelumnya, Studio Dragon selaku perusahaan produksi drama ini telah memberikan keterangan resminya. Saat itu, mereka menyatakan akan berpartisipasi aktif dalam diskusi yang dilakukan dengan Hanbit Center dan staf penyiaran. Selain itu, mereka juga bertekad untuk memberlakukan 68 jam kerja setiap pekannya bagi para staf.

Pada Rabu (17/4), seorang staf yang mewakili Studio Dragon kembali membahas tentang permasalahan ini. Staf tersebut menjelaskan detail yang berkaitan dengan proses produksi dan manajemen staf selama syuting drama ini.

"'Arthdal Chronicles' adalah drama dengan genre sulit yang sedang coba diproduksi untuk pertama kalinya di Korea, yang mana kami harus bekerja dengan staf terbaik," tutur sumber tersebut. "Kami mulai syuting dengan lebih banyak anggota staf daripada drama lain dan memberikan upah terbaik sesuai dengan keterampilan mereka."

"Kami mengoperasikan Tim A dan Tim B pada saat yang sama. Pada hari-hari dengan jadwal yang sulit, kami mencoba syuting secara terpisah dengan Tim A dan Tim B di pagi dan malam hari," terangnya. "Dari total 146 sesi dan 30 minggu syuting hingga 12 April, waktu produksi 68 jam per minggu berlangsung, dengan pengecualian satu minggu syuting di luar negeri."

"Selama tujuh bulan, Tim A diberi waktu berlibur selama 97 hari dan syuting selama 106 hari," jelasnya. "Tim B memiliki waktu syuting selama 40 hari dan 75 hari liburan."

"Kami merekomendasikan rotasi staf oleh tim. Setelah syuting larut malam, kami menuntut lebih dari delapan jam istirahat dan menawarkan istirahat dengan berbagai tindakan," imbuhnya. "Kami merasa bahwa kami belum dapat mengurus karyawan sama sekali. Kami pasti akan mencari rencana perbaikan."

"Kecurigaan tentang melacak informan sama sekali tidak benar. Kami berada dalam situasi di mana kami berusaha menemukan cara terbaik untuk meningkatkan lingkungan yang baik saat syuting," lanjutnya. "Seperti yang telah kami lakukan sejauh ini, staf dan produser sedang bernegosiasi dan bekerja sama untuk syuting satu adegan pada saat yang bersamaan meskipun suasananya sulit."

"Kami akan menerima kritik tentang bagian-bagian yang kurang," lanjut sumber tersebut. "Dan berjanji bahwa kami akan secepatnya mengambil tindakan pada bagian-bagian yang perlu diperbaiki."

Sementara itu, "Arthdal Chronicles" adalah sebuah drama fantasi yang terjadi di kota mitos Arthdal, yang konon menjadi ibukota kerajaan Gojoseon. Drama ini akan membahas tentang cinta, konflik dan keharmonisan penduduk Arthdal saat kota itu tumbuh besar dan melahirkan pahlawan.

Drama ini sendiri sudah mulai proses produksinya sejak 5 Desember 2018 lalu. Rencananya, drama ini akan menggantikan "Confession" dan mulai tayang pada bulan Juni mendatang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...