Pada hari ini, Sabtu (8/6), Studio Dragon selaku perusahaan produksi 'Arthdal Chronicles' merilis pernyataan resmi lanjutan terkait masalah perbudakan staf. Simak rincian lengkapnya berikut ini.
- Eva Lestari
- Sabtu, 08 Juni 2019 - 08:42 WIB
WowKeren - Pada bulan April lalu, Studio Dragon selaku perusahaan produksi "Arthdal Chronicles" dituding telah melakukan beberapa pelanggaran pada para stafnya. Para staf dilaporkan bekerja dalam waktu yang cukup lama, bahkan lebih dari 20 jam sehari saat syuting di luar negeri. Tidak hanya itu, kabarnya para staf bahkan belum menerima uang lembur.
Tidak lama setelah laporan itu beredar, Studio Dragon pun menyatakan tekadnya untuk memperbaiki kondisi kerja di lokasi syuting. Dan pada hari ini, Sabtu (8/6), Studio Dragon kembali merilis pernyataan resmi terkait hal ini.
Studio Dragon merasa risih dengan pemberitaan media yang dianggap terlalu melebih-lebihkan. Karena itu, pihaknya berharap agar pemirsa tidak menelan mentah-mentah berita bohong atau fitnah terkait masalah ini, sehingga bisa lebih fokus pada drama.
"Kami memilih untuk tetap diam mengenai laporan media baru-baru ini yang mengangkat topik kondisi produksi bermasalah untuk 'Arthdal Chronicles', karena adanya fakta bahwa kami tidak ingin masalah seperti itu menjadi pusat perhatian sebelum pemutaran perdana drama. Namun, bahkan setelah pemutaran perdana drama, beberapa media terus melaporkan konten berlebihan, sehingga menghalangi pemirsa untuk menonton drama dengan nyaman."
"Memang benar ada kondisi produksi yang tidak memadai saat syuting di luar negeri, dan mengenai hal ini, kami meminta maaf dengan tulus. Kami akan bekerja keras sehingga dapat memperbaiki kondisi produksi di masa depan."
"Tapi meskipun kami telah berjanji untuk memperbaiki kondisi produksi untuk staf kami, informasi berlebihan dapat terus menyebabkan kesalahpahaman terhadap perusahaan dan drama kami. Dan kami menyesali situasi seperti itu."
"Kami harap ini dapat menyelesaikan beberapa kesalahpahaman tentang 'Arthdal Chronicles'. Jika kami menemukan masalah lain di masa depan, kami akan dengan rendah hati menerima kritik dan bekerja untuk mencegah terulang kembali."
Studio Dragon juga menjelaskan jika staf produksi yang ikut syuting di luar negeri dibagi menjadi dua tim, yakni staf A dan B. Kedua tim beroperasi berdasarkan jadwal jam kerja sukarela, dan hasilnya setiap tim mencatat sekitar 68 jam kerja per minggu.
Tidak hanya itu, Studio Dragon juga menjelaskan jika semua hal yang berkaitan dengan proses syuting di Brunei telah mendapat persetujuan dari warga lokal. Sehingga laporan ketidaksetujuan dari pemandu dan koordinator asing di Brunei sepenuhnya berita palsu atau fitnah.
Sementara itu, drama Song Joong Ki dan Kim Ji Won ini telah menayangkan episode perdananya pada Sabtu (1/6) lalu. Apakah kalian sudah menyaksikan drama ini?
(wk/eval)