Kecurigaan penggemar tentang tindakan Mnet dalam memanipulasi peringkat akhir 'Produce X 101' ikut membuat dua pakar angkat bicara. Simak penjelasan mereka berikut ini.
- Eva Lestari
- Rabu, 24 Juli 2019 - 09:17 WIB
WowKeren - Sudah lewat beberapa hari sejak ajang final "Produce X 101" digelar. Namun seperti yang diketahui, sejumlah persoalan belum juga selesai. Khususnya terkait kecurigaan penggemar soal manipulasi peringkat akhir.
Kecurigaan ini sendiri didasarkan pada perbedaan selisih jumlah voting di antara para peserta. Meskipun acak, faktanya beberapa trainee memiliki perbedaan voting yang sama persis, seolah peringkat tersebut telah diatur oleh sistem komputer.
Meski sebelumnya, seorang perwakilan Mnet telah menyangkal masalah ini, banyak penggemar yang masih tidak percaya dan menuding mereka berbohong. Tidak hanya penggemar, rupanya seorang pakar Matematika juga memiliki kecurigaan terkait hal ini.
Seorang profesor dengan inisial K yang berasal dari lembaga penelitian Matematika mengatakan jika perbedaan selisih voting para peserta "Produce X 101" cukup aneh. Selain itu juga ada keraguan masuk akal tentang hasil voting jika dilihat secara akademis.
"Memang benar bahwa daftar nomor dalam pemungutan suara itu aneh," ujar Profesor K. "Terlalu aneh untuk mengatakan bahwa hasilnya murni diambil dari suara publik tanpa faktor luar."
Profesor K merujuk pada Hukum Benford, yang digunakan untuk mengidentifikasi angka-angka yang dimanipulasi secara artifisial ketika menganalisis validitas statistik. Singkatnya, dalam kaitannya dengan suara, frekuensi angka yang sama yang muncul dalam suara dapat menunjukkan hasil yang tidak dikumpulkan secara alami.
Meski demikian, Profesor K berkata jika ukuran sampel terlalu kecil untuk dapat memastikannya. "Ukuran sampel yang diberikan terlalu kecil untuk membuat pernyataan definitif tentang suara," jelasnya.
Di sisi lain, seorang profesor statistik dari sebuah universitas yang berinisial N juga mengklaim jika hasil peringkat cukup mencurigakan. Sehingga ada kemungkinan jika Mnet telah memanipulasi peringkat akhir.
"Statistik suara yang diberikan cukup mencurigakan," terangnya. "Namun dalam statistik, diperlukan lebih banyak data untuk memvalidasi kesalahan statistik."
"Memperoleh data mentah adalah salah satu tindakan paling penting dalam situasi semacam ini," jelasnya. "Jika kalian mensimulasikan data mentah dalam kondisi yang sama tapi memperoleh hasil yang berbeda, kalian bisa menduga terjadinya manipulasi."
Dan ketika netizen Korea menghubungi Mnet untuk meminta data mentah, mereka dengan tegas menolaknya. Pihak Mnet juga tetap mempertahankan bantahan yang telah diberikan sebelumnya.
(wk/eval)