Kisah mahasiswa ini dibagikan oleh akun Twitter @malarea atas nama Rea Handayani. Diketahui, Rea merupakan kakak dari mahasiswa UMM bernama Rahil Hamdi itu.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 31 Juli 2019 - 18:53 WIB
WowKeren - Setiap mahasiswa pasti mengharapkan kelulusan usai menjalani tugas akhir. Skripsi yang sering menjadi momok bagi para mahasiswa kerap dinilai sebagai langkah terakhir yang harus dijalani dalam perkuliahan.
Namun, selesai menjalani sidang skripsi rupanya belum menjamin mulusnya jalan kelulusan. Hal ini dialami oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berikut.
Kisah mahasiswa ini dibagikan oleh akun Twitter @malarea atas nama Rea Handayani. Rupanya, Rea merupakan kakak dari mahasiswa UMM bernama Rahil Hamdi itu.
Dalam cuitannya yang viral, Rea menceritakan bahwa Rahil sudah menyelesaikan sidang skripsi namun justru terancam drop out karena masalah administrasi. Rahil sendiri baru menyelesaikan tugas akhirnya di semester 14 yang merupakan batas akhir masa studi.
Rea menjelaskan bahwa adiknya yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Informatika tersebut lupa memasukkan mata kuliah skripsi ke dalam Kartu Rencana Studinya (KRS). Namun, kesalahan Rahil tersebut tidak diketahui hingga dirinya selesai menjalani sidang skripsi.
"Adikku adalah mahasiswa Teknik Informatika di @UMMCampus angkatan 2012. Semester ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa lulus, sudah 14 semester. Naasnya, adikku lupa menginput 'skripsi' ke dalam KRS semester ini sehingga statusnya 'non aktif'," cuit Rea pada hari ini (31/7). "Sedihnya, kekhilafan administrasi ini baru ketahuan setelah dia sidang skripsi dan dosen mau memasukkan nilai ke sistem. Lho ternyata statusnya tidak aktif. Nilai skripsinya tidak bisa diinput ke sistem."
Padahal, Rahil lancar membayar uang skripsi dan uang semester. Ia juga mendapat pembimbing dan juga berita acara bahwa sudah ikut sidang skripsi.
"Ternyata rasa bahagia keluarga kami gak bertahan lama, ketika 22 Juli terungkap ada masalah administrasi," ungkap Rea. "Terus terang adik seminggu terakhir sudah lelah dan tidak bisa tidur, diliputi rasa bersalah ke orangtua kami di Riau; merasa gagal dan sudah mengecewakan di detik-detik terakhir perkuliahannya."
Berbagai pihak sudah ditemui Rahil untuk mengatasi persoalan ini. Mulai dari pihak kampus yang menyatakan tidak boleh ada pengubahan data mahasiswa, hingga Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).
Namun hingga kini mereka masih menemui jalan buntu. Rea sendiri berharap agar utas yang ia bagikan bisa mendapat perhatian dari pihak UMM. Ia juga berharap agar pengalaman adiknya berguna bagi mahasiswa lain yang masih kuliah.
Utas yang dibagikan oleh Rea ini langsung dikomentari banyak netter. Sejumlah netter berharap agar Rahil menemukan jalan keluar dan bisa diwisuda.
"Walaupun sudah bayar, kalau mmang tdak input krs skripsi brrti jg d anggap tdk ngambil skripsi. Spngtahuan sya sih bgtu. Tpi ya smoga ada jlan kluarnya. Dri sini kita belajar buat sllu teliti,. Tpi ya gmna, masak yg penting maslaah skripsi bgini dulu bisa kelupaan ngisi krs.nya?" tulis akun @Ha***ss. "Terus komunikasi dengan pihak kampus mbak, semoga cepat dapat solusi ya," komentar akun @Vi***ts.
(wk/Bert)